Ambon.malukubarunews.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur Watubun, membuka Aksi Gerakan Hijau Rawat Pertiwi di Ambon, 14 Februari 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Kopertis tersebut dihadiri fungsionaris DPD PDI Perjuangan, DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, serta PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sirimau.
Dalam sambutannya, Benhur menegaskan bahwa gerakan ini merupakan wujud politik hijau sekaligus tanggung jawab politik partai kepada rakyat dalam merawat pertiwi. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan dan Hari Ulang Tahun ke-79 Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Hari ini PDI Perjuangan melaksanakan satu kegiatan yang sederhana namun berpengaruh luas. Di Provinsi Maluku, secara keseluruhan kita menanam 1.100 pohon di seluruh kabupaten/kota sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat,” jelas Benhur.
Ia menjelaskan, Merawat Pertiwi bermakna menjaga bumi demi keberlanjutan kehidupan. Dengan menjaga ekosistem, masyarakat dapat mencegah banjir dan berbagai bencana akibat kerusakan lingkungan. Menurutnya, kerusakan tersebut bisa terjadi akibat aktivitas ilegal maupun kebijakan pemberian izin yang tidak tepat.
“Bisa saja ada kegiatan-kegiatan ilegal, bisa saja pemerintah terlibat karena memberi izin yang tidak tepat. Karena itu, momentum HUT ke-53 partai dan HUT ke-79 Ibu Ketua Umum harus dimaknai sebagai penguatan komitmen politik hijau dan kedaulatan rakyat,”beber Watubun
Sebagai simbol usia Ketua Umum, pada tahap pertama ditanam sebanyak 79 pohon. Benhur berharap gerakan ini mampu menggerakkan kesadaran publik secara berkelanjutan serta memotivasi masyarakat untuk terus merawat lingkungan.
Sebelumnya, PDI Perjuangan juga telah melakukan penanaman pohon di sejumlah titik di Maluku, antara lain Negeri Asilulu, STAIN Ambon, Latuhalat, dan Air Lou, sebagai bagian dari rangkaian gerakan lingkungan berkelanjutan di wilayah tersebut.
“Semoga kita tetap menjunjung tinggi bumi, air, dan kekayaan alam yang ada di dalamnya sebagai bentuk merawat dan memeliharanya, agar semua makhluk hidup dapat mengambil bagian dalam kehidupan di alam semesta,” harap Watuhun ( MB-*)

