Ambon.malukubarunews.com — Pemerintah Provinsi Maluku menggelar pertemuan bersama insan pers dalam rangka membahas kesiapan ketahanan pangan daerah menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Pertemuan berlangsung di lantai tujuh Kantor Gubernur Maluku, Jumat (13/2/2026), dan dipimpin oleh Juru Bicara (jubir ) Gubernur Maluku Kasrul Selang.
Hadir dalam rapat tersebut sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Perhubungan, serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Kadis Kominfo Maluku berserta jajarannya.
Agenda utama pertemuan adalah mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan pokok dan menjaga stabilitas harga pasar selama Ramadhan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi tahun 2025–2026, kebutuhan pangan di Maluku diperkirakan meningkat 15 hingga 20 persen menjelang puasa.
“Kami mengantisipasi kenaikan kebutuhan bahan pokok rata-rata 15 sampai 20 persen. Untuk itu, kami merencanakan gerakan pangan murah serta membentuk satgas pengendalian bersama instansi terkait,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
Ia menambahkan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya tetap aman, sekaligus mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali. Pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam penguatan pengawasan distribusi dan pemberantasan praktik spekulasi pangan.
Dari sektor energi, Kepala Dinas ESDM Maluku menjelaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman menjelang Ramadhan. Untuk BBM subsidi jenis Pertalite, ketersediaan mencapai 21.082 kiloliter atau rata-rata 259 kiloliter per hari, dengan estimasi cukup hingga 18 hari ke depan. Sementara itu, solar subsidi tercatat 14.625 kiloliter dan tersedia hingga 18 Februari 2026. Adapun elpiji dipastikan cukup untuk kebutuhan 25 hari ke depan, termasuk tujuh hari pasca-Idul Fitri.
“Distribusi BBM dan elpiji terus kami awasi bersama tim satgas. Pengawasan akan diperketat terutama menjelang Ramadhan agar tidak terjadi kelangkaan,” ungkap Kepala Dinas ESDM.
Dinas Perindag juga memastikan distribusi bahan pokok, termasuk telur dan komoditas lain yang dipasok dari luar daerah seperti Surabaya, berjalan lancar melalui jalur laut dengan estimasi waktu pengiriman tiga hingga enam hari. Pemerintah kabupaten dan kota diharapkan proaktif mengawasi distribusi di pasar, mengingat kewenangan pengelolaan pasar berada di tingkat daerah masing-masing.
Dari sektor perikanan, pemerintah mengakui terjadi penurunan produksi akibat faktor cuaca dan kondisi laut. Namun distribusi hasil tangkap tetap diupayakan optimal agar kebutuhan konsumsi ikan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadhan.
Kasrul Selang menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat melalui rapat koordinasi rutin setiap hari Senin guna memantau perkembangan harga dan distribusi di lapangan.
“Kita ingin memastikan tidak ada gejolak harga dan tidak ada kelangkaan. Semua OPD bergerak sesuai tugasnya agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” ujar Juru Bicara Gubernur, Kasrul Selang.”tutup Selang
Pemerintah Provinsi Maluku juga mengimbau para bupati dan wali kota untuk memperkuat pengawasan di wilayah masing-masing, termasuk membentuk tim terpadu pengendalian inflasi daerah. Dengan langkah antisipatif tersebut, stabilitas ketahanan pangan Maluku diharapkan tetap terjaga sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.(MB-01)

