Ambon Maluku , malukubarunews.com – Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, menghadiri pembukaan Muktamar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) XIV yang berlangsung di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon, Jumat (30/10/2026).
Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 5 November 2026 ini mengusung tema “Ale Rasa Beta Rasa: Kontribusi KAMMI untuk Kejayaan Negeri”. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., yang ditandai dengan pemukulan bedug secara bersama-sama.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi kepada KAMMI yang telah mengambil bagian dalam merawat keberagaman, memperkuat solidaritas, serta menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di Maluku.
Menurutnya, persatuan dan stabilitas daerah merupakan modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menarik investasi yang dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan untuk menyediakan lapangan kerja. Yang harus dilakukan adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif agar para investor tertarik menanamkan modalnya di Maluku, membuka lapangan pekerjaan, dan pada akhirnya menurunkan angka pengangguran,” ungkapnya.
Ia menegaskan, upaya menarik investasi harus berjalan seiring dengan pemeliharaan keamanan, perdamaian, dan kerukunan antarumat beragama. Sebab, stabilitas daerah menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor dalam menentukan wilayah investasinya.
“Tidak ada investor yang memiliki modal besar mau menanamkan sahamnya di daerah yang sering mengalami konflik. Karena itu, mari kita terus menjaga solidaritas dan harmoni di antara umat beragama. Maluku harus menjadi daerah yang aman, damai, dan memberikan kepastian bagi siapa pun yang ingin berinvestasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wagub menjelaskan bahwa pemerintah daerah perlu membuka berbagai alternatif untuk mengatasi persoalan pengangguran, termasuk mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Salah satu peluang yang perlu dimanfaatkan adalah penempatan tenaga kerja terdidik dan berkualitas ke negara-negara yang membutuhkan tenaga kerja melalui program dan fasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan.
Pada kesempatan tersebut, Wagub juga menyampaikan harapan kepada Menteri Ketenagakerjaan agar Maluku memperoleh perhatian khusus melalui penyediaan kuota dan peluang penempatan tenaga kerja bagi masyarakat, terutama generasi muda yang membutuhkan akses pekerjaan.
“Kami berharap melalui Kementerian Ketenagakerjaan, ke depan ada kuota-kuota tertentu yang dapat disediakan bagi masyarakat Maluku. Kita memiliki anak-anak muda yang memiliki kapasitas dan kualitas. Mereka perlu diberikan kesempatan untuk bekerja, memperoleh pengalaman, serta meningkatkan keterampilan di negara-negara tujuan,” ujarnya.
Ia berharap, generasi muda Maluku yang memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan pribadi dan keluarga, tetapi juga dapat mengumpulkan modal, memperoleh pengalaman, kemudian kembali ke daerah untuk membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Menutup sambutannya, Wagub menyampaikan permohonan maaf apabila dukungan Pemerintah Provinsi Maluku terhadap penyelenggaraan Muktamar KAMMI XIV belum dapat diberikan secara maksimal. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap muktamar ini menghasilkan gagasan serta rekomendasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya masyarakat Maluku.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, dalam arahannya menitipkan empat pesan penting bagi seluruh kader KAMMI.
Pertama, kader KAMMI harus memiliki karakter lifelong learning, yakni menjadi pribadi yang senantiasa mau dan siap belajar serta beradaptasi dengan berbagai pengetahuan dan perkembangan baru.
Kedua, kader KAMMI diharapkan dapat membantu pemerintah menjadi ujung tombak lahirnya inovator, startup, dan wirausaha baru di Indonesia.
Ketiga, KAMMI diharapkan turut mendorong percepatan pemahaman dunia kerja melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri, pengembangan laboratorium solusi, serta pemberdayaan potensi lokal di daerah masing-masing.
Keempat, mahasiswa tidak hanya berperan dalam aspek sosial dan politik, tetapi juga harus mampu mengambil bagian dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurut Menteri, mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan pembangunan, termasuk dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Menteri ketenagakerjaan RI, anggota DPR RI Sadiah Uluputty, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku yang juga Ketua KAMMI Maluku Asis Sangkala, unsur Forkopimda Provinsi Maluku atau yang mewakili, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku atau yang mewakili, Wakil Wali Kota Ambon, Wakil Rektor UIN A.M. Sangadji, Ketua Pengurus Pusat KAMMI, pimpinan organisasi kepemudaan, serta seluruh peserta Muktamar KAMMI XIV.
Pemerintah Provinsi Maluku berharap Muktamar KAMMI XIV menjadi ruang konsolidasi, pertukaran gagasan, dan lahirnya rekomendasi strategis dari generasi muda untuk mendukung pembangunan daerah, memperkuat persatuan, serta mewujudkan Maluku yang aman, damai, maju, dan sejahtera. (*)

