Ambon.malukubarunews.com — Ketua IKSAMUN Irwan Patty yang juga Toko masyarakat Seram Bagian Barat menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri menyikapi kejadian yang melibatkan dua desa bersaudara, Liasbata dan Patahue, di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku. Ia menyesalkan terjadinya insiden tersebut dan meminta masyarakat tidak mengambil tindakan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pernyataan itu disampaikan Irwan Patty kepada media ini melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 12 September 2026.
Ia berbicara atas nama pribadi sebagai anak negeri Seram Bagian Barat dan menekankan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan yang selama ini telah terbangun antara masyarakat kedua desa.
“Sangat menyesalkan dan sedih atas kejadian yang terjadi antara dua desa saudara Liasbata dan Patahue, dimana selama ini rukun dan damai dalam setiap kegiatan sehari-hari,” tutur ketua IKSAMUN Irwan Patty.
Menurut Irwan, informasi awal mengenai kejadian tersebut perlu disikapi secara hati-hati. Ia menduga persoalan dapat berkaitan dengan kesalahpahaman mengenai sumber kebakaran lahan kebun yang kemudian berkembang menjadi saling tuduh. Namun, ia menegaskan bahwa benar atau salahnya dugaan tersebut harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan aparat yang berwenang.
“Beta ( saya ) kira kalau membaca sepintas infonya, maka kemungkinan muncul akibat kesalahpahaman atas sumber kebakaran lahan kebun dimana kemudian muncul saling menuduh. Maaf ya, terlepas dari benar salahnya, Beta (saya ) kira ini pertanda semua pihak harus menahan diri, dan menyerahkan kepada pihak polisi dan keamanan terkait untuk mengusut motifnya,” ujarnya
Irwan juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing memperluas atau mempertajam konflik. Seruan itu dinilai penting karena hubungan kedua desa, menurut dia, telah dibangun melalui proses perdamaian yang melibatkan komitmen bersama.”,ingatnya
Ia menyebut beberapa bulan sebelumnya telah dilakukan penandatanganan prasasti perdamaian yang disaksikan enam gubernur Maluku.
“Kasihan mari sebagai orang keluarga, tidak ada yang lebih istimewa dari kata jangan cepat termakan isu atau terprovokasi atas setiap isu yang bisa menimbulkan perpecahan yang Katong tidak inginkan bersama,” tutur Irwan
Ia bahkan tidak menutup kemungkinan adanya pihak tertentu yang berupaya memanfaatkan situasi untuk merusak hubungan persaudaraan kedua desa. Karena itu, Irwan meminta masyarakat melakukan verifikasi informasi, mengedepankan dialog, serta menghindari tindakan main hakim sendiri yang dapat memperbesar persoalan.
“Beta ( saya ) kira tidak menutup kemungkinan ada provokator yang ingin menghancurkan sendi-sendi kehidupan persaudaraan antar dua desa yang telah terbangun selama ini. Ingat pertikaian tidak ada manfaatnya,” tegas Irwan.
Selain menyerukan pengendalian diri, Irwan meminta komunikasi antarpemimpin adat diperkuat. Ia secara khusus mendorong para Latupati di negeri-negeri setempat segera membangun komunikasi untuk merajut kembali hubungan kekeluargaan dan mencegah munculnya aksi balasan maupun tindakan sepihak.
“Beta ( Saya ) ingin ingatkan kembali tolong dibangun komunikasi Latupati di negeri-negeri di sana secepatnya untuk merajut kasih sayang di antara sesama keluarga sendiri untuk tidak main hakim sendiri,”pintahbya
Irwan juga meminta Pemerintah Daerah SBB memberikan perhatian terhadap warga yang menjadi korban, baik yang mengalami kerugian harta benda maupun luka-luka. Menurut dia, penanganan korban harus berjalan bersamaan dengan upaya membangun kembali kepercayaan di antara kedua kelompok masyarakat serta memulihkan dampak yang ditimbulkan oleh kebakaran.
“Dan kepada semua korban harta benda dan atau luka segera Pemda SBB menanganinya dengan pendekatan pengobatan dan membangun kepercayaan antar kedua kelompok orang saudara serta secepatnya membangun perbaikan akibat kebakaran,” pintanya lagi .
Di tengah tekanan ekonomi dan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, Irwan mengajak seluruh warga menghadapi persoalan dengan kepala dingin dan berlandaskan nilai keagamaan. Ia menilai konflik antarsaudara hanya akan menambah beban masyarakat dan mengancam sendi-sendi kehidupan sosial yang telah lama dibangun.
Pesan utama Irwan adalah penghentian eskalasi sebelum persoalan berkembang lebih jauh. Ia meminta masyarakat mengedepankan prinsip kroscek terhadap setiap informasi, membuka ruang diskusi secara kekeluargaan, dan menyerahkan pengusutan motif kejadian kepada aparat keamanan. Dengan demikian, hubungan persaudaraan Liasbata dan Patahue diharapkan tetap terjaga dan komitmen perdamaian yang telah dibangun tidak kembali terganggu.” Pesan Irwan tutup(MB-01)

