Ambon.malukubarunews.com – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mendorong penguatan kembali hubungan pela antara Galala dan Hative Kecil melalui agenda “panas pela”. Ajakan tersebut disampaikan Bodewin saat menyampaikan sekapur sirih dalam Ibadah Syukur dan Perayaan 1 Abad Jemaat Galala-Hative Kecil (Gatik), di Gereja Imanuel Gatik, Rabu (2/9/2026), pukul 14.30 WIT.
Bodewin secara khusus mengajak basudara pela dari Hitu yang hadir dalam momentum tersebut untuk bersama-sama menghidupkan kembali ikatan pela antara Galala dan Hative Kecil. Baginya, momentum satu abad Jemaat Gatik menjadi ruang yang tepat untuk memperkuat kembali hubungan adat yang telah menjadi bagian dari sejarah masyarakat Maluku.
“Beta bilang kalau ada basudara pela Hitu, Hitu meseng yang hadir, mari katong biking panas pela di Galala dan Hative Kecil. Biking panas pela,” ajaknya
Ajakan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial. Bodewin menempatkan panas pela sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, hubungan pela perlu terus dijaga agar tetap dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Pemerintah Kota Ambon, lanjut Bodewin, siap memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang memiliki tujuan menjaga dan melestarikan nilai adat istiadat serta kebudayaan di Kota Ambon. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan warisan budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Pemerintah kota akan mendukung semua hal-hal yang terkait untuk terus menjaga, melestarikan nilai-nilai budaya, adat istiadat di kota ini,”
Ia menjelaskan, upaya tersebut tidak hanya menyasar komunitas atau jemaat tertentu. Seluruh negeri dan desa di Kota Ambon didorong untuk kembali menghidupkan nilai-nilai adat, budaya, dan sejarah masing-masing. Menurutnya, setiap komunitas memiliki sejarah yang penting untuk diketahui dan diwariskan.
Bodewin berharap berbagai momentum adat dapat menjadi narasi bersama masyarakat Kota Ambon. Lebih dari sekadar kegiatan peringatan, momentum tersebut harus dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk melihat dan memahami sejarah serta hubungan persaudaraan yang telah dibangun oleh para pendahulu.
“Semua negeri di Kota Ambon, desa di Kota Ambon, katong dorong untuk biking panas pela, supaya dia bisa saja menjadi narasi-narasi katong, tapi dia bisa menjadi peringatan, dilihat, disaksikan oleh katong pung generasi-generasi,” harapnya
Menurut Bodewin, penguatan kembali nilai adat dan sejarah juga merupakan bagian dari upaya membangun identitas Kota Ambon. Pemerintah kota saat ini terus mendorong seluruh pihak agar tidak meninggalkan akar sejarah dan kebudayaan masyarakat dalam proses pembangunan kota.
“Pemerintah kota hari ini sementara terus-menerus mendorong seluruh pihak untuk kembali menghidupkan nilai-nilai adat istiadat, budaya, sejarah di kota ini,”tuturnya
Ia menegaskan, pemahaman terhadap sejarah penting agar masyarakat mengetahui proses panjang yang telah membentuk Kota Ambon hingga mencapai usia saat ini. Momentum perayaan satu abad Jemaat Gatik, menurutnya, menjadi salah satu contoh bagaimana sejarah dan nilai persaudaraan dapat terus dihidupkan serta disaksikan oleh generasi penerus.
“Supaya katong mengerti, memahami semua proses sampai katong nanti masuk di usia ke-451 tahun di tanggal 7 September nanti,” pungkas Bodewin.(MB-01)

