Ambon.Malukubarunews.com – Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat kapasitas aparatur pemadam kebakaran melalui penyelenggaraan In House Training Diklat Pemadam I yang resmi dibuka Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Ambon, Jumat (10/7).
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) guna menghadirkan pelayanan pemadam kebakaran dan penyelamatan yang semakin profesional serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pembukaan diklat dihadiri perwakilan Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri, Grets Meirandha, Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon Alfredo J. Hehamahua beserta jajaran, Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Ambon, para instruktur dari DKI Jakarta, tokoh agama, serta 102 peserta yang mengikuti pelatihan.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa peningkatan kualitas aparatur tetap menjadi prioritas Pemerintah Kota Ambon meskipun kondisi keuangan daerah masih menghadapi berbagai keterbatasan. Menurutnya, investasi pada peningkatan kompetensi SDM merupakan langkah penting untuk menjamin kualitas pelayanan publik yang semakin baik.
“Tahun ini pemerintah masih berupaya memenuhi salah satu kebutuhan dasar dalam pelayanan publik, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ini merupakan instrumen penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,”ungkapnya
Ia menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan tidak boleh dipandang hanya sebagai sarana memperoleh sertifikat, melainkan menjadi proses pembentukan kapasitas, kompetensi, serta profesionalisme aparatur yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pendidikan dan pelatihan harus menghasilkan peningkatan kualitas diri sehingga setiap peserta memiliki nilai tambah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan pemerintah,” tegas Bodewin Wattimena.
Wali Kota meminta seluruh peserta mengikuti setiap materi teori maupun praktik secara serius agar mampu menjadi personel pemadam kebakaran yang profesional, tangguh, disiplin, serta siap menghadapi berbagai kondisi darurat. Ia juga mengapresiasi peningkatan kinerja Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon yang dinilai semakin cepat merespons laporan masyarakat, termasuk melalui layanan Call Center 112.
“Hari ini masyarakat sudah merasakan pelayanan yang semakin baik. Ketika ada laporan kebakaran maupun penyelamatan, petugas bergerak cepat ke lokasi untuk memberikan pertolongan,”pinta Bodewin Wattimena.
Meski demikian, ia mengakui Pemerintah Kota Ambon masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan sarana dan prasarana, terutama armada pemadam kebakaran yang belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya melengkapi kebutuhan tersebut, termasuk melalui hibah satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu memenuhi standar pelayanan minimal dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Wujudkan semangat pantang pulang sebelum api padam. Jadilah pelayan masyarakat yang bekerja dengan dedikasi, keberanian, dan penuh tanggung jawab,” pesan Bodewin Wattimena tutup (MB-01)

