Ambon. Malukubarunews.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Ambon mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Selain menjadi ajang pengembangan syiar Islam, kegiatan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat persaudaraan antarwarga serta memperkokoh nilai-nilai toleransi yang telah lama menjadi identitas masyarakat Maluku.
MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku secara resmi dibuka oleh Gubernur Maluku di Gedung Islamic Center Ambon, Senin (22/6/2026).
Pembukaan ditandai dengan pernyataan resmi gubernur yang mengharapkan kegiatan tersebut menjadi sarana membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, harmonis, serta memiliki daya saing dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam wawancara melalui telepon seluler, Selasa (23/6/2026), Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Jhon Johan Lewerissa menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Maluku yang majemuk.
“MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku ini bukan sekadar perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan di antara masyarakat Maluku yang selama ini hidup dalam semangat orang basudara,” ungkapnya
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat Kota Ambon dalam menyambut pelaksanaan MTQ menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah kehidupan sosial masyarakat. Kehadiran peserta dan kontingen dari berbagai kabupaten dan kota menjadi simbol persatuan yang melampaui perbedaan latar belakang agama, suku, maupun budaya.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat terus memupuk rasa persaudaraan sebagai orang basudara di Provinsi Maluku tanpa melihat perbedaan agama, suku, maupun latar belakang lainnya. Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Latuperissa
Pelaksanaan MTQ XXXI juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan. Pemerintah daerah berharap ajang tersebut mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam pemahaman keislaman, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Dari sisi sosial kemasyarakatan, kegiatan MTQ dinilai memberikan dampak positif dalam mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat harmoni sosial yang selama ini menjadi kekuatan utama Maluku. Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana efektif dalam membangun dialog, kebersamaan, dan persatuan.
Kota Ambon sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ XXXI juga menunjukkan kesiapan yang baik dalam menyambut para peserta dan tamu dari seluruh wilayah Maluku. Berbagai dukungan masyarakat terlihat sejak awal pelaksanaan kegiatan, mencerminkan semangat gotong royong dan keterbukaan yang menjadi karakter masyarakat setempat.
Ke depan, MTQ diharapkan tidak hanya menghasilkan qari dan qariah terbaik yang akan mewakili Maluku pada tingkat nasional, tetapi juga mampu memperkuat karakter generasi muda yang berakhlak, moderat, serta memiliki komitmen kuat terhadap persatuan dan pembangunan daerah.
Melalui pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026, semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan yang menjadi warisan budaya masyarakat Maluku kembali ditegaskan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(MB-01)

