Ambon.Malukubarunews.com — Pemerintah Kota Ambon memastikan Program Wali Kota Jumpa Rakyat (WAJAR) tetap dilaksanakan pada Jumat mendatang meskipun aparatur sipil negara (ASN) menjalankan skema Work From Home (WFH). Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena,sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurut Wattimena, pelaksanaan WAJAR tetap menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mendengar, menindaklanjuti, dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Namun, efektivitas pelaksanaan program tetap menjadi pertimbangan utama agar kegiatan tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata.
“Jumat tetap jalan. Walaupun WFH, WAJAR tetap dilaksanakan. Tetapi masyarakat juga harus datang. Jangan sampai yang datang hanya satu orang,” ungkapnya kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Selasa (16/6/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Ambon saat ini sedang melakukan pendataan jumlah masyarakat yang akan mengikuti WAJAR pada pekan ini. Data tersebut akan menjadi dasar evaluasi untuk menentukan apakah kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal atau dijadwalkan ulang hingga jumlah peserta mencukupi.
“Saya sudah minta Kadis Kominfo lakukan pendataan. Minggu ini dilihat dulu berapa yang mendaftar. Kalau masih kurang, mungkin kita tunggu minggu depan sampai jumlahnya cukup,” jelas Bodewin Wattimena.
Menurutnya, apabila jumlah warga yang mendaftar masih sangat sedikit, maka pelaksanaan WAJAR dapat ditunda sementara hingga jumlah peserta memenuhi target minimal yang dianggap efektif untuk pelaksanaan kegiatan. Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan waktu, tenaga, dan sumber daya pemerintah menjadi lebih optimal.
Wali Kota menilai fenomena menurunnya jumlah peserta WAJAR tidak selalu harus dipandang negatif. Sebaliknya, kondisi tersebut bisa menjadi indikator bahwa sebagian besar persoalan masyarakat yang sebelumnya banyak disampaikan melalui forum tersebut mulai mendapatkan penyelesaian yang lebih baik.
Saat pertama kali dilaksanakan, program WAJAR menjadi salah satu wadah utama bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait pelayanan publik, infrastruktur, bantuan sosial, hingga persoalan administrasi pemerintahan. Pada masa itu, jumlah peserta yang hadir dalam setiap kegiatan tergolong tinggi.
“Mudah-mudahan semakin sedikit yang datang itu pertanda masalah-masalah masyarakat di Kota Ambon juga semakin berkurang,” terang Bodewin Wattimena.
Pemerintah Kota Ambon tetap berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah. WAJAR dinilai tetap relevan sebagai sarana komunikasi langsung yang memungkinkan masyarakat memperoleh solusi secara cepat dari perangkat daerah terkait.
Lebih lanjut, Wattimena menegaskan bahwa tujuan utama WAJAR bukan sekadar mempertahankan rutinitas kegiatan mingguan, melainkan memastikan setiap persoalan yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara nyata dan terukur.
“WAJAR harus menjadi forum penyelesaian masalah yang efektif, bukan sekadar agenda rutin tanpa hasil yang dirasakan masyarakat. Kalau wali kota datang lalu hanya bertemu satu orang, lebih baik saya datang langsung ke masyarakat. Yang penting bagaimana persoalan warga bisa diselesaikan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan arah kebijakan Pemerintah Kota Ambon yang mulai menekankan efektivitas pelayanan publik dibanding sekadar pelaksanaan program secara formal. Pemerintah ingin memastikan setiap forum yang dibangun benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan tetap dilaksanakannya WAJAR di tengah penerapan skema WFH, Pemkot Ambon berharap partisipasi masyarakat tetap terjaga. Pada saat yang sama, pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap pola pelaksanaan program agar dapat beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dinamika pelayanan publik yang semakin modern serta responsif.(MB)

