Ambon, Malukubarunews.com — Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton, mendesak Kepolisian Daerah Maluku untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan terhadap seorang pemuda asal Negeri Buano Hatuputih, Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang terjadi di kawasan Air Kuning, Kebun Cengkeh, Negeri Batu Merah, Kota Ambon.
Desakan tersebut disampaikan Buton yang di wawancara wartawan belum lama ini di Karang Panjang Ambon , menyusul masih terbatasnya jumlah pelaku yang berhasil diamankan aparat kepolisian.
Peristiwa yang menimpa Abdullah Mahu (18), seorang pemuda asal Buano Hatuputih. Korban diduga menjadi sasaran penganiayaan oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan yang selama ini kerap menjadi sorotan karena berulang kali terjadi tindak kriminal dan kekerasan.
“Kapolda harus tegas. Peristiwa pengeroyokan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal ini harus diusut tuntas supaya ada efek jera bagi mereka,” desak Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton.
Menurut Solichin, kasus kekerasan yang menimpa Abdullah Mahu tidak boleh dipandang sebagai peristiwa biasa. Ia menilai aparat kepolisian harus mengungkap seluruh pihak yang terlibat, bukan hanya fokus pada satu orang yang telah diamankan, sehingga proses penegakan hukum dapat berjalan secara maksimal dan memberikan rasa keadilan bagi korban.
Ia menegaskan bahwa pengungkapan secara menyeluruh penting dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku sekaligus mencegah terulangnya tindakan serupa di masa mendatang. Apalagi, lokasi kejadian dikenal sebagai kawasan yang kerap diwarnai berbagai tindak kriminal.
“Kasus kekerasan yang diduga dilakukan sekelompok orang tak dikenal itu tidak boleh dipandang sebagai peristiwa biasa. Aparat kepolisian perlu mengungkap seluruh pelaku yang terlibat agar memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa,” tegas Solichin Buton lagi
Politisi tersebut juga menyoroti kondisi keamanan di kawasan Air Kuning dan sekitarnya yang menurutnya sudah berulang kali menjadi lokasi berbagai tindak kriminal maupun aksi kekerasan. Karena itu, ia meminta kepolisian meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan pengamanan di wilayah tersebut.
“Karena kawasan Air Kuning dan sekitarnya berulang kali menjadi lokasi tindak kriminal maupun kekerasan. Ini bukan pertama kali terjadi. Sudah berulang kali ada kejadian seperti ini. Polisi harus serius supaya peristiwa-peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi lagi,” jelas Solichin
Sebagai bentuk pengawasan terhadap kinerja aparat penegak hukum, Komisi I DPRD Maluku telah mengagendakan pemanggilan pihak kepolisian untuk meminta penjelasan mengenai langkah-langkah pengamanan yang dilakukan dalam menangani kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Kota Ambon, khususnya di kawasan Air Kuning.
“Kami sudah mengagendakan pemanggilan pihak kepolisian untuk mendalami sampai sejauh mana pengamanan yang dilakukan terhadap peristiwa-peristiwa seperti ini,”terang Solichin Buton.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, hingga saat ini polisi baru mengamankan seorang warga yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap Abdullah Mahu. Namun demikian, DPRD Maluku berharap penyidik terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya dalam kasus tersebut.
DPRD menilai pengungkapan secara menyeluruh akan menjadi tolok ukur keseriusan aparat dalam menjaga keamanan masyarakat serta menekan angka kriminalitas yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Ambon. Selain penegakan hukum, langkah pencegahan melalui patroli dan pengawasan rutin di titik-titik rawan juga dinilai penting untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.(MB-01)

