Ambon., Malukubarunews.com — Pemerintah Kota Ambon resmi membuka Pattimura Fest 2026 yang dirangkaikan dengan pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-451 Kota Ambon, Jumat malam (15/5/2026), di Jalan Pattimura tepatnya di depan Kantor Telkom Ambon. Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIT itu dipusatkan sebagai momentum memperingati Hari Pattimura ke-209 sekaligus memperkuat semangat pembangunan daerah berbasis budaya, kebersihan lingkungan, dan ekonomi kreatif.
Acara yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Ambon tersebut dibuka langsung oleh Walikota Ambon, Bodewin Wattimena. Turut hadir Wakil Walikota Ambon, Sekretaris Kota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, Sekwan DPRD Kota Ambon, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, Forkopimda Kota Ambon, insan pers, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bodewin Wattimena menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Pattimura Fest 2026 yang menurutnya menjadi bagian penting dalam menjaga semangat perjuangan Kapitan Pattimura sekaligus memperkuat identitas masyarakat Maluku.
“Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas tuntunan dan penyertaan-Nya kita semua bisa menghadiri Pattimura Festival yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Pattimura sekaligus pencanangan Hari Ulang Tahun ke-451 Kota Ambon tahun 2026 dalam keadaan sehat walafiat,” ucap Walikota Ambon
Ia menegaskan bahwa tanggal 15 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Maluku untuk mengenang perjuangan Pattimura sebagai pahlawan nasional asal Maluku yang telah menunjukkan pengorbanan besar bagi bangsa dan negara. Menurutnya, semangat perjuangan Pattimura harus diwujudkan dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah saat ini.
“Kita ingat pesan Pattimura sebelum beliau digantung tahun 1817, bahwa Pattimura tua boleh dihancurkan tetapi Pattimura muda akan bangkit. Kitalah Pattimura-Pattimura muda hari ini,” tekan Bodewin.
Lebih lanjut, Bodewin mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon menjadikan semangat Pattimura sebagai kekuatan kolektif untuk melawan berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, kebodohan, hingga persoalan lingkungan hidup. Ia menilai Pattimura Fest tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga bagian dari manifestasi penghargaan terhadap perjuangan dan cinta tanah air.
“Beta mengajak semua warga Kota Ambon, mari katong mulai berani tampil dengan identitas yang katong miliki, tampil dengan semangat Pattimura untuk sama-sama melawan kemiskinan, melawan kebodohan, pengangguran, maupun masalah-masalah sosial kemasyarakatan lainnya,” ujar Bodewin.
Selain itu, Pemerintah Kota Ambon juga menargetkan Pattimura Fest 2026 mampu memberikan dampak terhadap pembangunan ekosistem ekonomi kreatif serta memperkuat posisi Ambon sebagai kota musik dunia. Event tersebut juga diharapkan menjadi daya tarik wisata berbasis budaya yang mampu meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Ambon secara resmi mencanangkan HUT Ke-451 Kota Ambon tahun 2026 dengan mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”. Tema tersebut difokuskan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup warga kota.
“Ambon bersih mesti menjadi budaya hidup seluruh warga Kota Ambon. Ambon bersih bukan cuma tanggung jawab pemerintah kota, tetapi menjadi tanggung jawab bersama kalau kita mau mewujudkan masyarakat Kota Ambon yang sehat,” tegas Bodewin.
Ia juga menjelaskan bahwa gerakan kebersihan yang digaungkan Pemerintah Kota Ambon sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto melalui gerakan Indonesia Asri, Aman, Sehat, Bersih, dan Indah. Sebagai tindak lanjut, Pemkot Ambon meluncurkan gerakan “Tambahan” atau Gerakan Kota Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman yang berfokus pada penataan lingkungan hidup dan peningkatan kualitas kebersihan kota.
Di tengah tekanan keuangan daerah akibat efisiensi anggaran, Walikota Ambon memastikan pemerintah tetap berupaya menjalankan seluruh agenda pembangunan secara selektif dan terukur. Ia meminta panitia pelaksana HUT Ke-451 Kota Ambon membangun koordinasi dan kolaborasi maksimal dengan seluruh pemangku kepentingan agar seluruh program dan kegiatan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
“Pemerintah tidak akan mampu bekerja sendiri. Kita butuh dukungan seluruh pihak. Mudah-mudahan lewat kebersamaan kita bisa bangun Ambon semakin baik dan semakin maju ke depan,” tutup Bodewin Wattimena.(MB-01)

