Ambon.malukubarunews.com — Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa gerakan “Ambon Bersih” bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang berlangsung di ulang Balai Kota Ambon, Senin (4/5/2026).
Dalam sambutannya, Wattimena menyoroti pentingnya membangun budaya bersih yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni diri sendiri, keluarga, hingga komunitas yang lebih luas. Menurutnya, kebersihan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga mencerminkan karakter dan pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda.
“Ambon bersih bukan sekadar slogan. Ini tanggung jawab kita bersama,” ungkap Wali Kota Ambon
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada dua sosok inspiratif, Niko Siloy dan Izak L. Manusi, yang dinilai tetap konsisten menjaga kebersihan kota meskipun usia mereka tidak lagi muda. Dedikasi keduanya disebut sebagai contoh nyata bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Dalam momentum Hardiknas tersebut, Pemerintah Kota Ambon turut menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai bagian integral dari sistem pendidikan. Sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebersihan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sejak usia dini.
“Budaya bersih bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga membentuk hati dan pikiran siswa agar tetap sehat dan terhindar dari perilaku negatif,” ujar Wattimena.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upaya tersebut akan diperkuat melalui berbagai program kebersihan, termasuk gerakan hidup sehat yang sejalan dengan visi Indonesia maju dan sehat. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan pendidikan nasional serta visi Presiden Prabowo dalam menciptakan sistem pendidikan yang unggul dan berkarakter.
Pemerintah Kota Ambon juga mengimbau seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik untuk menjadikan budaya bersih sebagai bagian dari pola pembinaan siswa di lingkungan sekolah. Sinergi antara sekolah dan orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak secara menyeluruh.
“Perlindungan anak adalah prioritas. Orang tua harus hadir mendukung aturan sekolah, bukan membiarkan pelanggaran terjadi,” tegasnya.
Selain itu, sekolah diminta untuk tidak ragu memberikan peringatan resmi terhadap siswa yang melanggar aturan sebagai bagian dari pengawasan bersama. Langkah ini dianggap penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan kondusif.
Di akhir sambutannya, Wattimena kembali menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat menjadikan Ambon sebagai kota yang bersih, sehat, serta memiliki generasi muda yang berkarakter kuat.
“Perubahan dimulai dari kita. Dari rumah, dari sekolah, dari setiap langkah kecil,” tutupnya.(MB-O1)

