Ambon,Malukubaru news.com. — Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Humas, dan Alumni Universitas Pattimura (UNPATTI), Nur Aida Kubangun, menegaskan komitmen kampus dalam membentuk sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan pendidikan dan pengembangan kreativitas mahasiswa.
Pernyataan tersebut disampaikan Nur Aida Kubangun kepada wartawan usai upacara Hari Pendidikan Nasional dan pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Kampus (PEKSIMIKA) di Lapangan UNPATTI Ambon, Sabtu (2/5/2026), didampingi Ketua Panitia Laura Sihaiya.
Ia mengungkapkan, UNPATTI saat ini memiliki sekitar 2.000 dosen dan 34.000 mahasiswa aktif, yang menjadi potensi besar dalam menyiapkan generasi unggul dari Maluku.
“Visi ini tidak boleh berhenti sebagai mimpi. Kami berharap seluruh pendidik UNPATTI ikut mewujudkannya,” ungkap Nur Aida Kubangun
Menurutnya, jumlah tersebut mencerminkan kekuatan besar dalam membangun sumber daya manusia yang kompetitif, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.
“Arah kami jelas, membentuk SDM yang kompetitif dan adaptif untuk Indonesia 2045,” terang Nur Aida Kubangun.
Ia menambahkan, penguatan pendidikan di Maluku harus terus dilakukan agar mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dalam konteks pengembangan kreativitas, UNPATTI untuk pertama kalinya menggelar PEKSIMIKA sebagai ruang ekspresi bagi mahasiswa sekaligus ajang seleksi menuju kompetisi tingkat nasional.
“Peksimika ini adalah langkah awal atau pemanasan untuk melihat potensi mahasiswa yang akan kita kirim mewakili Maluku ke Peksiminas di Lampung,” Nur Aida Kubangun.
Selain itu, UNPATTI bersama Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Maluku juga akan menyelenggarakan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida), di mana UNPATTI dipercaya sebagai pelaksana utama kegiatan tersebut.
Dari pelaksanaan PEKSIMIKA, panitia mencatat tingginya minat mahasiswa pada genre dangdut, sementara genre seriosa dan keroncong relatif minim peminat. Meski demikian, seluruh kategori tetap dibuka untuk menjamin ruang ekspresi yang inklusif.
“Kami tetap membuka semua genre agar mahasiswa dengan minat khusus tetap bisa mengekspresikan bakatnya,” kata Nur Aida Kubangun.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang nantinya terpilih tidak hanya membawa nama kampus, tetapi juga nama daerah Maluku di tingkat nasional.
“Mahasiswa yang berangkat bukan hanya membawa nama UNPATTI, tetapi juga membawa nama Maluku. Karena itu, dukungan pemerintah sangat penting agar mereka bisa tampil maksimal,” tegas Nur Aida Kubangun.
Melalui berbagai program tersebut, UNPATTI Ambon menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul, inklusif, serta mampu melahirkan generasi muda yang siap bersaing dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional.(MB-01

