Piru, Malukubarunews.com — Isu miring yang menyudutkan istri Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Yeni Rosbayani Asri, belakangan mencuat di sejumlah media online. Namun, tudingan tersebut dinilai tidak memiliki dasar kuat dan dianggap sebagai bagian dari dinamika politik yang tidak berdampak signifikan terhadap stabilitas masyarakat.
Tokoh muda Maluku, Mozes Rumatulessy, menegaskan bahwa isu tersebut tidak mencerminkan keresahan publik secara luas. Ia menilai narasi yang berkembang lebih bersifat spekulatif dan cenderung dilebih-lebihkan tanpa fakta yang memadai.
“Isu itu bukan persoalan yang meresahkan masyarakat, melainkan hanya lelucon politik yang dibuat-buat,” ungkapnya .
Menurut Mozes, serangan terhadap Yeni Rosbayani Asri bahkan diibaratkan sebagai ekspresi tidak rasional dari pihak-pihak tertentu yang merasa terancam oleh kiprah sosial yang dilakukan istri Bupati SBB tersebut.
“Kalau saya ibaratkan, ini seperti tangisan bayi yang kehilangan dotnya dalam ayunan,” ujarnya
Yeni Rosbayani Asri sendiri dikenal aktif menjalankan perannya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten SBB. Dalam berbagai kegiatan, ia terlibat langsung dalam program pemberdayaan masyarakat, termasuk penyaluran bantuan alat produksi rumah tangga hingga program kesehatan.
Mozes menilai kiprah tersebut patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi istri-istri pejabat publik lainnya. Ia menyoroti keterlibatan Yeni dalam mendukung ibu hamil serta penanganan stunting sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat.
“Beliau bukan hanya hadir secara simbolis, tetapi benar-benar turun langsung membantu masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga kesehatan,” terangnya
Lebih lanjut, Mozes menyebut wajar jika Yeni dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memilih suaminya, Asri Arman, sebagai Bupati SBB. Hal itu dinilai sebagai bentuk etika politik yang lazim dalam konteks demokrasi.
Di sisi lain, Mozes juga menyinggung kemungkinan adanya kepentingan politik di balik isu yang berkembang. Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang merasa tersaingi oleh popularitas Yeni di tengah masyarakat.
“Saya sudah menduga, pergerakan beliau membuat sebagian elit politik merasa khawatir karena tidak mampu menyaingi kedekatan beliau dengan masyarakat,” tuturnya
Sebagai solusi, Mozes menyarankan agar pihak yang merasa terganggu dapat menunjukkan kinerja nyata di lapangan, bukan membangun opini negatif yang dinilai tidak produktif.
“Kalau merasa terganggu, sebaiknya lakukan kunjungan tanding dengan program nyata, bukan memainkan isu yang tidak mendidik,”
Ia juga mengingatkan agar dinamika politik tetap dijalankan secara sehat dan tidak menyeret masyarakat ke dalam opini yang menyesatkan. Menurutnya, kritik seharusnya berbasis data dan bukan didorong oleh kepentingan pribadi.
Menutup pernyataannya, Mozes menekankan pentingnya integritas dalam berpolitik serta menghindari praktik yang merugikan publik.
“Politisi sejati bukan seperti benalu yang merusak dari dalam. Kalau terus dibiarkan, itu bisa merusak tatanan yang sudah dibangun,” tutupnya (MB-02)

