Ambon .malukubarunews.com — Wakil Gubernur Maluku, Vanath, secara resmi membuka pelaksanaan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2025/2026 di SMA Negeri 11 Ambon, Senin (13/04/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 517 siswa kelas XII sebagai peserta ujian.
Pembukaan ujian ditandai dengan penekanan tombol secara simbolis oleh Wakil Gubernur, yang sekaligus menjadi tanda dimulainya proses evaluasi akhir bagi para siswa di sekolah tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh peserta ujian.
Dalam sambutannya, Vanath memberikan motivasi kepada para siswa untuk memiliki visi dan cita-cita yang jelas sebagai bekal menghadapi masa depan. Ia menekankan bahwa mimpi menjadi fondasi utama dalam meraih keberhasilan.
“Kalian harus punya mimpi. Karena tanpa mimpi, kalian tidak tahu apa yang harus diperjuangkan,” ungkap Vanath.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa dari ratusan siswa yang mengikuti ujian tersebut, akan lahir generasi penerus yang mampu memimpin dan berkontribusi bagi pembangunan daerah Maluku.
“Masa dari 517 siswa ini tidak ada yang menjadi pemimpin di masa depan. Saya yakin, pasti ada yang akan menjadi bupati, wali kota, bahkan gubernur,” ujarnya.
Lebih lanjut, Vanath menegaskan bahwa kesuksesan tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan akademik, melainkan oleh sikap disiplin dan konsistensi dalam menjalani proses kehidupan.
“Kesuksesan bukan hanya milik orang pintar, tetapi milik mereka yang konsisten dan disiplin dalam perjuangan,” lanjut Vanath.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menghargai peran guru dalam membentuk karakter dan masa depan siswa. Menurutnya, guru memiliki kontribusi besar dalam memberikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan.
“Orang tua bisa memenuhi kebutuhan hidup, tetapi guru yang mengisi pengetahuan dan membentuk karakter kalian,” ujarnya.
Selain itu, Wakil Gubernur menyoroti pentingnya menjaga stabilitas dan kedamaian sebagai fondasi utama dalam mendukung kemajuan pendidikan di Maluku. Ia mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi generasi saat ini.
“Kita pernah mengalami masa sulit. Itu harus menjadi pengingat bagi kita semua agar terus menjaga kondisi yang aman demi kemajuan pendidikan,” ujar Vanath.
Pemerintah daerah, lanjutnya, tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk dari sisi anggaran. Upaya pemerataan pendidikan terus menjadi prioritas.
Menutup sambutannya, Vanath mengimbau para siswa untuk mengerjakan ujian dengan jujur dan maksimal, serta meminta para pengawas menjalankan tugas secara profesional demi menjaga kredibilitas hasil ujian.
“Kerjakan soal dengan kemampuan sendiri. Dari situ kita bisa mengukur kemampuan dan memperbaiki ke depan,” ujarnya.
Usai membuka kegiatan, Wakil Gubernur juga meninjau langsung sejumlah ruang kelas untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib. Ia melihat para siswa mengerjakan soal dengan serius dan suasana ujian berlangsung kondusif.(MB-*)

