Ambon.Malukubarunews.com — Aksi penjambretan kembali terjadi di kawasan Lorong BNI, Kota Ambon, pada Selasa (24/3/2026) malam sekitar pukul 19.15 WIT. Insiden ini menambah daftar panjang kasus kriminalitas di lokasi tersebut yang dinilai warga semakin rawan, khususnya pada malam hari.
Peristiwa tersebut dialami oleh seorang warga Kota Ambon yang membagikan pengalamannya melalui akun media sosial pribadi Mey Nahusona . Ia mengaku menjadi korban penjambretan saat melintas di lorong tersebut dari arah rumah sakit menuju pusat kota.
“Beta (saya ) di jambret di lokasi lorong BNI, beta (saya ) dari arah rumah sakit. Pelaku menggunakan sepeda motor dan mengenakan sweater abu-abu. Kejadiannya berlangsung sangat cepat,” ungkapnya
Menurut keterangan korban, pelaku beraksi seorang diri dengan menggunakan sepeda motor, memanfaatkan kondisi jalan yang relatif sepi dan minim penerangan. Aksi tersebut berlangsung dalam hitungan detik sehingga korban tidak sempat melakukan perlawanan.
Insiden ini memunculkan kembali kekhawatiran masyarakat terkait keamanan di Lorong BNI yang disebut-sebut telah lama menjadi titik rawan penjambretan. Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan warga, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut.
“Berdasarkan informasi dari beberapa orang, aksi penjambretan di lorong BNI memang sudah sering terjadi dan bukan kejadian baru. Ini sangat rawan,” ujar Mey
Warga setempat pun mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati, terutama saat melintas sendirian di malam hari. Mereka juga meminta adanya langkah konkret dari pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan di kawasan tersebut.
“Ini bukan sekadar pengalaman pribadi, tapi peringatan serius untuk kita semua. Jangan lengah saat melintas, hindari jalan sendirian di malam hari,” ujarnya lagi
Secara terpisah, sejumlah warga yang di sekitar lokasi menyatakan bahwa minimnya patroli keamanan dan pencahayaan jalan menjadi salah satu faktor utama yang memicu tingginya angka kriminalitas di kawasan tersebut.
Situasi ini menuntut perhatian serius dari aparat kepolisian dan pemerintah daerah guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Langkah preventif seperti peningkatan patroli rutin, pemasangan lampu penerangan jalan, hingga kamera pengawas (CCTV) dinilai penting untuk menekan angka kejahatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden penjambretan tersebut. Namun, masyarakat berharap adanya respons cepat dan tindakan tegas agar Lorong BNI tidak lagi menjadi titik rawan kriminalitas di Kota Ambon.(MB-01)

