Ambon.MalukuBaruNews.com –Dalam rangka penguatan wawasan kebangsaan serta internalisasi nilai Pela Gandong sebagai kekuatan persatuan nasional, Gubernur Maluku menghadiri sekaligus memberikan pembekalan kepada para siswa dalam kegiatan Gubernur Maluku Goes to School yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Ambon, Kamis (15/1/2026).
Turut mendampingi Gubernur Maluku dalam kegiatan ini antara lain Plt. Asisten II Setda Provinsi Maluku, Kepala Inspektorat Provinsi Maluku, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku beserta jajaran, serta Kepala SMA Negeri 1 Ambon bersama dewan guru dan seluruh siswa-siswi.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama yang mengikat persatuan bangsa Indonesia di tengah kemajemukan suku, agama, dan budaya, khususnya di Provinsi Maluku. Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan dialog kebangsaan dan pembinaan generasi muda yang berlangsung di Ambon, belum lama ini.
Dalam pandangan Gubernur, pengalaman sejumlah negara yang gagal menjaga persatuan akibat perbedaan identitas menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Ia menekankan bahwa para pendiri bangsa telah meletakkan dasar negara yang kuat melalui Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai penopang negara hukum, bukan negara kekuasaan.
“Indonesia bersyukur memiliki Pancasila sebagai dasar negara yang mengikat kita sebagai satu bangsa, di tengah perbedaan yang nyata dan tidak bisa dihindari,” ungkap Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saat memberikan materi tentang wawasan kebangsaan di SMA N 1 Ambon
Ia menjelaskan, Pancasila bukanlah dokumen mati, melainkan nilai hidup yang harus terus ditanamkan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, konstitusi dapat diamandemen sesuai perkembangan zaman, namun nilai dasar Pancasila harus tetap menjadi pedoman moral dan etika berbangsa.
“Pancasila harus dikristalisasikan sejak usia dini, mulai dari PAUD hingga dewasa, agar menjadi karakter dan cara berpikir masyarakat kita,” jelas Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa Maluku adalah contoh nyata masyarakat majemuk yang mampu hidup berdampingan secara harmonis. Ia menyebut, keberagaman di Maluku seharusnya menjadi kekuatan dan model pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.
“Kita ditakdirkan hidup dalam masyarakat yang majemuk. Perbedaan adalah keniscayaan dan stabilitas dalam perbedaan itu tidak bisa ditawar,” hatur Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Selain soal kebangsaan, Gubernur juga memberikan pesan kuat kepada generasi muda agar mempersiapkan diri menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Ia menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan konsistensi sejak dini sebagai kunci keberhasilan di masa depan.
“Orang-orang yang sukses bukan hanya yang pintar, tetapi mereka yang memiliki disiplin luar biasa dan bekerja keras lebih awal,” ujar Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda Maluku bangga dengan identitas daerahnya, tanpa merasa rendah diri dalam pergaulan nasional maupun internasional. Menurutnya, Maluku memiliki kekayaan alam, budaya, dan nilai sosial yang tidak kalah dengan daerah atau negara lain.
Gubernur berharap pesan-pesan kebangsaan tersebut dapat memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, Maluku dapat terus menjadi simbol hidup keberagaman yang harmonis bagi Indonesia.(MB-01)

