Walikota Ambon: UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Expo Harus Digelar Rutin

oleh -3 Dilihat

Ambon, Malukubarunews.com –
Pemerintah Kota Ambon memberikan dukungan penuh terhadap penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama perekonomian kota. Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Ambon dalam wawancara eksklusif seusai pelaksanaan Expo UMKM 2025 yang digagas oleh BPJ HIPMI Kota Ambon, bekerja sama dengan Pemkot dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dinilai bukan hanya sebagai ajang promosi produk lokal, tetapi juga sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Beta bilang berkali-kali bahwa tumpuan ekonomi Kota Ambon hari ini sebagian besar berasal dari sektor UMKM. Dia menciptakan kemandirian masyarakat dan membantu meningkatkan pendapatan domestik bruto. Artinya, ini sangat mendukung perekonomian kota,” kata Walikota Ambon.

Menurut Walikota, pelaku UMKM bukan sekadar penggerak ekonomi lokal, tapi juga agen inklusi ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi nasional dan global.

“Dia juga menciptakan lapangan kerja, dan itu yang paling penting. Karena itu, expo seperti ini ke depan mesti kita tingkatkan. Bila perlu, setiap bulan harus ada,” tegasnya.

Pemerintah Kota, lanjutnya, melihat kegiatan seperti Expo UMKM bukan hanya sebagai pameran temporer, melainkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembinaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami mau masyarakat untuk belanja di expo seperti ini. Itu membuat pendapatan pelaku UMKM meningkat. Karena itu, Pemerintah Kota mengapresiasi BPJ HIPMI Kota Ambon dan berharap ke depan semakin kreatif serta berkolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.

Walikota juga menyoroti pentingnya perluasan jejaring pasar bagi UMKM, baik melalui kerja sama antarwilayah maupun pemanfaatan teknologi digital.

“Kita membina UMKM, tapi juga bangun jejaring pemasaran. Itu yang paling penting. Jadi tidak terbatas pada pasar lokal, tapi harus merambah ke pasar nasional bahkan internasional lewat digital marketing,” tambah Walikota.

Pemerintah Kota Ambon berkomitmen untuk terus membuka ruang-ruang kreatif seperti ini sebagai bagian dari ekosistem ekonomi baru yang inklusif, adaptif, dan tangguh. Seiring dengan tren digitalisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat, UMKM diharapkan bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah, HIPMI, dan komunitas pelaku usaha, Ambon diharapkan mampu menjadi kota yang mandiri secara ekonomi, berdaya saing, dan sejahtera dari bawah.(MB+01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.