Ambon.malukubarunews.com — Perayaan Natal Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sektor 3 di Kota Ambon berlangsung penuh kekeluargaan, diwarnai pesan penguatan toleransi dan komitmen sosial dari Walikota Ambon, Bodewin Wattimena. Kegiatan yang mempertemukan warga Toraja di Ambon dan Maluku Tengah itu menjadi momentum refleksi bagi pemerintah kota untuk menegaskan pentingnya harmoni lintas wilayah, lintas etnis, dan lintas agama.
Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan bahwa hubungan antarwarga yang terjalin di Pulau Ambon mencerminkan kehidupan sosial yang inklusif, tanpa sekat administratif maupun identitas.
“…kita ada sebagai warga Kota Ambon dan juga warga Kabupaten Maluku Tengah. Jadi pulau Ambon tidak ada masalah karena klasis GPM Pulau Ambon Timur itu juga meliputi dua wilayah.”ungkap Walikota Ambon, Bodewin Wattimena.
Wattimena menekankan bahwa perayaan Natal bagi umat Kristiani bukan hanya seremoni, tetapi juga refleksi tanggung jawab moral untuk menjalankan kebaikan sesuai ajaran Yesus Kristus.
“…momentum perayaan Natal ini mesti membawa kita semua pada pemahaman bahwa ada tanggung jawab kita untuk melakukan segala sesuatu dengan baik sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki.”ujarnya Wattimena.
Ia menyampaikan apresiasi khusus terhadap kontribusi warga Toraja di Ambon yang selama ini dinilai aktif, tertib, dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan kota.
“kontribusi PMTI warga masyarakat Kota Ambon asal Toraja selama ini merupakan warga kota yang baik dan terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kota Ambon.,” ujar Wattimena.lagi
Dengan mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Wattimena menyoroti pentingnya keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sosial. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kota dan negara sangat ditentukan oleh kualitas keluarga yang sehat dan kuat.
“…kalau semua keluarga baik, yakinlah bahwa kota akan baik, negara ini akan baik.”tutur Wattimena.
Dalam kesempatan itu, Walikota menyampaikan tiga pesan utama kepada warga Toraja dan seluruh masyarakat Kota Ambon. Pertama, ia meminta dukungan penuh terhadap program kerja Pemkot Ambon agar pembangunan dapat berjalan efektif.
“…pemerintah tidak akan berhasil kalau masyarakat tidak mendukung…,” tegas Wattimena.
Pesan kedua berfokus pada kebersihan kota. Ia menilai kesejahteraan masyarakat sulit dicapai jika Ambon masih berkutat dengan persoalan sampah dan lingkungan.
“…bantu pemerintah soal kebersihan. Buang sampah pada tempatnya dan pada waktunya…,” imbau Wattimena.
Pesan ketiga menyinggung pentingnya menghindari konflik berbasis suku maupun kelompok yang kerap menguras energi masyarakat dan pemerintah.
“…kalau sudah tinggal jadi warga Kota Ambon, stop bilang orang A, B, C, bilang saja kita orang Ambon…,” ujar Wattimena.
Wattimena juga mengapresiasi warga Toraja di Ambon yang dinilainya tidak pernah terlibat dalam konflik sosial. Komunitas tersebut dinilai menjadi teladan dalam menjaga kerukunan dan ketertiban.
“…saya berterima kasih karena saya tidak pernah dengar ada warga Kota Ambon asal Toraja yang bermasalah.”ucapnya .
Mengakhiri sambutannya, Walikota menyebut bahwa Ambon adalah rumah bersama yang harus dijaga melalui kebersamaan dan toleransi. Ia berharap perayaan Natal tahun ini memperkuat solidaritas dan semangat persaudaraan antarwarga.
“…mudah-mudahan perayaan Natal ini menggugah hati kita untuk mencontoh apa yang Yesus sudah buktikan.,” ujar Wattimena.
Walikota kemudian menyampaikan ucapan selamat merayakan Natal dan menyongsong tahun baru bagi seluruh warga Toraja dan masyarakat Kota Ambon.
“atas nama Pemerintah Kota Ambon saya mengucapkan selamat merayakan Natal dan menyongsong 1 Januari 2026.”ucap Wattimena.tutup ( MB-01)

