Ambon.malukubarunews.com.– Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon terus membuka diri untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk memperkuat peran strategis perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura menegaskan bahwa penguatan kemitraan menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya di Ambon pada alkhir Januari lalu .Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut untuk tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program inovatif.
“Pendidikan tinggi harus mampu menyiapkan dan memberdayakan mahasiswa agar memiliki jiwa kewirausahaan, sekaligus mendorong pemberdayaan dosen serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,”ungkap Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unpatti, Ruslan Tawari.
Ia menjelaskan bahwa orientasi pengembangan perguruan tinggi saat ini juga harus sejalan dengan indikator kinerja utama (IKU) universitas serta kebijakan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dengan demikian, program-program kampus dapat memberikan dampak yang lebih luas dan terukur.
Selain itu, perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat lahirnya berbagai inovasi, gagasan, serta penelitian yang mampu menjawab tantangan pembangunan di daerah. Inovasi tersebut, menurutnya harus diarahkan pada sektor-sektor strategis yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya,lagi bahwa sektor pangan dan energi baru terbarukan menjadi dua bidang penting yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan riset dan inovasi di lingkungan kampus. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah Maluku.
“Dalam konteks tersebut, kampus harus menjadi pusat lahirnya inovasi, ide, dan gagasan yang memiliki dampak nyata, terutama pada sektor strategis seperti pangan dan energi baru terbarukan,”lanjut Ruslan Tawari.
Untuk mendukung upaya tersebut, Universitas Pattimura terus membangun jejaring dan kolaborasi dengan berbagai mitra, baik dari lembaga pemerintah, dunia usaha, maupun tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Maluku.
Ia menegaskan bahwa kerja sama menjadi faktor penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah. Melalui kolaborasi yang kuat, kampus dapat menghadirkan berbagai solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kerja sama menjadi kunci agar perguruan tinggi tidak berjalan sendiri, tetapi hadir sebagai solusi bagi persoalan masyarakat,” tekas Ruslan Tawari.
Upaya memperluas jaringan kemitraan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Universitas Pattimura sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.(MB)

