Ambon.malukubarunews.com.– Bupati Maluku Tenggara menandatangani perjanjian kerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bersama para bupati dan wali kota dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Penandatanganan tersebut berlangsung di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Ambon, Selasa (10/2/2026), bertepatan dengan peluncuran tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang baru dibuka.
Tiga program pendidikan dokter spesialis yang diluncurkan meliputi Spesialis Bedah, Spesialis Penyakit Dalam, serta Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan ketersediaan tenaga dokter spesialis di wilayah Maluku.
Bupati Maluku Tenggara menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Universitas Pattimura melalui Fakultas Kedokteran yang dipercaya membuka program spesialis tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah.
“Ini luar biasa. Negara memberikan kepercayaan kepada Universitas Pattimura melalui Fakultas Kedokteran untuk membuka tiga jurusan spesialis. Ini membangkitkan semangat kita bahwa Maluku disejajarkan dengan wilayah-wilayah lain,”ungkap Bupati Maluku Tenggara, M. Taher Hanubun.
Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan kedokteran harus diwujudkan secara nyata, tidak hanya sebatas pernyataan atau komitmen di atas kertas.
“Kita harus datang dan memberikan dukungan, bukan sekadar omong-omong. Dukungan itu harus nyata, bukan hanya janji atau ucapan,” tegas Taher Hanubun.
Menurutnya, kebutuhan dokter spesialis di Kabupaten Maluku Tenggara masih cukup besar. Saat ini daerah tersebut memiliki dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Umum Daerah dan rumah sakit di Elat, namun masih mengalami keterbatasan tenaga medis spesialis.
“Dokter spesialis masih kurang, yang ada sebagian besar dokter umum. Karena itu saya mendukung penuh tiga prodi spesialis ini,” terang Taher Hanubun.
Ia berharap lulusan dari program pendidikan dokter spesialis yang baru dibuka di Universitas Pattimura dapat kembali mengabdi di daerah, termasuk di Kabupaten Maluku Tenggara, guna memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
“Paling tidak, dari tiga jurusan ini ada dua dokter spesialis yang bisa kembali dan mengabdi di Maluku Tenggara. Itu sudah saya siapkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa jumlah dokter spesialis yang tersedia di rumah sakit di Maluku Tenggara saat ini masih terbatas. Dari kebutuhan ideal, daerah tersebut masih membutuhkan tambahan sekitar tiga hingga empat dokter spesialis serta dokter umum.
“Sekarang kita masih kekurangan dokter umum dan dokter spesialis. Ini yang terus kita dorong,” sebut Taher Hanubun.
Ia juga menegaskan kehadirannya dalam penandatanganan kerja sama tersebut sebagai bentuk komitmen pribadi dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran serta peningkatan pelayanan kesehatan di daerah.
“Saya tidak mau hanya mengucapkan selamat. Saya datang langsung, dengar langsung, dan menandatangani kerja sama sebagai bentuk tanggung jawab dan dorongan terhadap tiga jurusan yang sudah dibuka ini,” beber Taher Hanubun.
Kerja sama antara pemerintah daerah dan Universitas Pattimura ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam penyediaan tenaga dokter spesialis, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai wilayah Maluku.(MB)
