Ambon, Malukubarunews.com — Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Robby Sapulette wakili secara langsung Walikota dan Wakil Walikota Jumpa Rakyat (Wajar) ke-21 yang berlangsung di kawasan Ula, Kota Ambon, pada Jumat (24/10/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Ambon, Lurah termasuk Kepala Dinas Kominfo sebagai pemandu acara , Kepala Dinas Kesehatan, Dinas PU, dan BKD, serta masyarakat dari berbagai kecamatan.
Acara Wajar merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Ambon sebagai sarana komunikasi terbuka antara masyarakat dan pemerintah. Dalam forum ke-21 ini, lima warga secara langsung menyampaikan aspirasi dan keluhan seputar pelayanan publik, kesehatan, kebersihan kota, hingga infrastruktur.
Sekkot Robby Sapulette menegaskan bahwa forum Wajar bukan sekadar ruang seremonial, melainkan komitmen nyata pemerintah untuk menampung dan menindaklanjuti setiap persoalan masyarakat.
“Pemerintah kota tidak tinggal diam. Semua aspirasi masyarakat yang disampaikan hari ini akan dicatat, dianalisis, dan ditindaklanjuti sesuai prioritas dan kemampuan anggaran daerah.”ungkap Sekkot Ambon, Robby Sapulette.
Dalam sesi awal, masyarakat menyoroti masalah administrasi Taspen, penggunaan alat tensi digital di Puskesmas, kebersihan lingkungan, serta penataan pohon dan kawasan pantai. Kepala BKD Kota Ambon menjelaskan bahwa masalah administrasi dana kematian pegawai menjadi kewenangan Taspen dan pemerintah kabupaten, namun Pemkot siap membantu koordinasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon menegaskan bahwa penggunaan alat tensi digital sudah menjadi standar nasional meski masyarakat masih terbiasa dengan alat air raksa.
“Kami tetap melakukan kalibrasi alat kesehatan setiap tahun agar hasil pengukuran tetap akurat. Untuk lansia dan pasien tertentu, kami arahkan ke fasilitas yang sesuai kebutuhan.”ungakp.Kadis Kesehatan.
Masalah lingkungan juga menjadi perhatian utama. Sejumlah warga mengeluhkan kondisi sampah di beberapa titik kota dan drainase yang kerap tersumbat saat hujan deras. Menanggapi hal itu, Sekkot Robby Sapulette menegaskan bahwa penanganan sampah telah menjadi prioritas Pemkot Ambon dengan tambahan 9 unit mobil sampah baru tahun ini.
“Sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga kesadaran bersama. Pemerintah sudah bergerak, sekarang masyarakat juga harus berperan menjaga kebersihan lingkungan.”ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kadis PU Kota Ambon menambahkan bahwa sejumlah usulan terkait perbaikan saluran air, fasilitas umum, dan infrastruktur jalan telah masuk dalam rencana anggaran tahun 2026.
“Secara teknis, lokasi-lokasi yang dilaporkan masyarakat sudah kami survei. Semua akan ditindaklanjuti bertahap sesuai ketersediaan anggaran daerah.”ujar Kadis PU Kota Ambon.
Selain isu teknis, warga juga menyoroti pentingnya revitalisasi taman kota, apotek hidup di sekolah, serta pelestarian pohon ramah trotoar. Sapulette menegaskan pemerintah tengah mencari alternatif pohon pengganti yang tidak merusak infrastruktur jalan, seperti kenari dan asam jawa.
“.Kita ingin kota yang rindang tapi juga tertata. Karena itu, jenis pohon akan diseleksi agar keindahan kota sejalan dengan keamanan trotoar.” tambahnya.
Pemerintah Kota Ambon juga menegaskan rencana pengembangan kawasan kuliner pantai dari Terminal Merdeka hingga Batu Merah, yang akan menjadi ruang ekonomi kreatif bagi masyarakat lokal. Kawasan tersebut akan ditata dengan konsep Papa Lele Square, dilengkapi ruang hijau dan area parkir terpadu.
Sekkot menutup kegiatan dengan penegasan bahwa seluruh aspirasi masyarakat dalam Wajar ke-21 akan dituangkan dalam evaluasi tahunan dan menjadi dasar perencanaan pembangunan berkelanjutan.
“Kami hadir untuk mendengar, bukan hanya menjawab. Semua masukan akan kami tindaklanjuti demi Ambon yang lebih bersih, sehat, dan harmonis.”tutup Robby Sapulette.(MB-01)

