Ambon.malukubarunews.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menggelar rapat kerja internal untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2025 sekaligus menetapkan rencana kerja organisasi tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasir Putih Cafe and Resto, Ambon, Sabtu (31/1/2026), dengan melibatkan pengurus dan anggota DWP dari berbagai unit kerja di lingkungan universitas.
Rapat kerja ini menjadi momentum strategis bagi organisasi perempuan di lingkungan Unpatti tersebut untuk meninjau kembali efektivitas program yang telah dijalankan serta merumuskan langkah-langkah penguatan organisasi di tahun mendatang. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar setiap program yang dirancang dapat memberikan dampak nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Rektor Universitas Pattimura menegaskan bahwa keberadaan DWP memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan tugas aparatur dan pimpinan universitas. Menurutnya, organisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pendamping, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memperkuat kinerja institusi.
“DWP bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja dan keberhasilan suami sebagai aparatur dan pimpinan universitas,” ungkap Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Rektor juga menekankan pentingnya pengelolaan organisasi yang berjalan sesuai mekanisme serta mampu menghadirkan inovasi program yang relevan dengan kebutuhan masing-masing fakultas. Hal ini dinilai penting agar kegiatan DWP tetap adaptif dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan akademik.
“DWP harus berjalan sesuai mekanisme organisasi yang baik dan mampu berinovasi sesuai karakteristik setiap fakultas, serta memperkuat peran pendampingan istri dalam memberikan dukungan moral, emosional, dan spiritual bagi suami,”tekan Leiwakabessy.
Ketua DWP Universitas Pattimura menjelaskan bahwa rapat kerja tersebut membahas evaluasi capaian program sepanjang 2025 sebagai dasar penyusunan agenda kerja tahun berikutnya. Evaluasi tersebut mencakup berbagai bidang kegiatan, mulai dari sosial, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi organisasi.
“Rapat kerja ini menjadi forum untuk mengevaluasi secara menyeluruh program kerja tahun 2025 sekaligus merumuskan program prioritas yang akan dijalankan pada tahun 2026,” jelas Sjane Leiwakabessy.
Dalam rencana kerja tahun 2026, DWP Unpatti menetapkan sejumlah program unggulan yang berorientasi pada penguatan peran sosial dan pemberdayaan anggota. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah kegiatan pendampingan dan kunjungan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Batu Merah sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
Selain itu, pada bidang ekonomi organisasi akan difokuskan pada pengembangan usaha serta pengelolaan dana produktif untuk meningkatkan kemandirian finansial anggota. Sementara pada bidang pendidikan, DWP menargetkan peningkatan kualitas layanan kegiatan pembinaan dan edukasi bagi anggota.
Penguatan komunikasi dan publikasi juga menjadi perhatian melalui optimalisasi media sosial organisasi. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi kegiatan serta membangun citra positif DWP di lingkungan kampus dan masyarakat.
Ketua DWP Unpatti berharap seluruh anggota organisasi dapat menjaga solidaritas dan sinergi agar setiap program yang telah dirancang dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Harapan kami seluruh anggota DWP tetap menjaga kekompakan dan sinergi agar seluruh program dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi institusi, masyarakat, dan kesejahteraan anggota,” harap Sjane Leiwakabessy.(MB-)

