Ambon.malukubarunews com — Pemerintah Kota Ambon terus mengawal program perbaikan rumah warga di kawasan Hunuth sebagai bagian dari pemulihan permukiman pascakonflik. Program ini didukung bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Maluku sebesar Rp1 miliar dan difokuskan untuk memastikan rumah warga kembali layak huni sesuai standar yang ditetapkan pemerintah kota.
Peninjauan lapangan dilakukan pada Kamis, 15 Januari 2026, oleh Walikota Ambon. dan juga Gubernur Maluku serta Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Ambon. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi bangunan, serta ketepatan sasaran penerima bantuan di wilayah Hunuth.
Dalam peninjauan itu, pemerintah mencatat adanya variasi jenis penanganan rumah. Dari total program, terdapat 15 unit yang masuk kategori bangun baru dan rehabilitasi berat, serta 27 unit lainnya yang mengalami kerusakan ringan. Total rumah yang ditangani dalam program ini mencapai sekitar 40 unit.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Ambon, Ivonny A.W. Latuputty, menegaskan bahwa bantuan Rp1 miliar dari pemerintah provinsi dialokasikan untuk penanganan rumah dengan tingkat kerusakan paling berat, termasuk pembangunan rumah baru bagi warga yang terdampak langsung.
“Dari bantuan Rp1 miliar itu, kami menangani 15 rumah dengan kategori bangun baru dan rehabilitasi berat. Saat peninjauan kami temukan enam unit, terdiri dari tiga bangun baru dan tiga rehab berat, dan semuanya berjalan sesuai perencanaan,” jelas Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Ambon, Ivonny A.W. Latuputty.
Ia menjelaskan, ukuran dan desain rumah disesuaikan dengan kondisi rumah awal warga, sebagaimana komitmen Pemerintah Kota Ambon kepada masyarakat pascakonflik. Meski terdapat standar biaya pembangunan dari pemerintah kota, penyesuaian tetap dilakukan agar rumah yang dibangun mencerminkan rumah asal warga.
“Pada prinsipnya ada standar pemerintah kota sekitar Rp80 jutaan per unit. Namun sesuai janji wali kota saat konflik, rumah warga dibangun menyesuaikan ukuran rumah awal, sehingga ada variasi anggaran pada beberapa unit,”terang Ivonny A.W. Latuputty.
Selain penanganan berat, pemerintah juga memprioritaskan rehabilitasi ringan terhadap 27 rumah lainnya. Sebagian besar pekerjaan telah selesai, meski masih tersisa sekitar enam unit yang dalam tahap penyelesaian akhir.
Pemerintah Kota Ambon menargetkan seluruh pekerjaan perbaikan rumah di Hunuth dapat diselesaikan paling lambat akhir Januari 2026. Target ini ditetapkan untuk memastikan warga segera menempati rumah yang aman dan layak huni.
Program perbaikan rumah di Hunuth menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun kembali kawasan permukiman yang terdampak konflik, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat atas hunian yang layak. Dengan pengawasan langsung dan keterlibatan lintas pemerintah, Pemkot Ambon berharap kualitas pembangunan tetap terjaga dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.(MB-01)

