Liang.malukubarunews.com – Pasca dialog damai yang dipimpin langsung Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu indikatornya adalah dibukanya kembali blokade jalan yang sempat ditutup akibat konflik sosial.
Pembersihan dan pembukaan akses jalan tersebut dilaksanakan pada Minggu (4/1/2026) mulai pukul 15.30 WIT hingga selesai. Kegiatan berlangsung di sejumlah titik di wilayah Negeri Liang yang sebelumnya terdampak konflik dan dilakukan oleh personel gabungan TNI–Polri yang bertugas di Pos Pengamanan Negeri Liang.
Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari hasil dialog dan komitmen bersama seluruh pihak untuk mengakhiri konflik serta memulihkan aktivitas masyarakat secara aman dan berkelanjutan. Dengan dibukanya kembali akses jalan, mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat mulai kembali berjalan normal.
Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan TNI–Polri bersama masyarakat membersihkan material sisa konflik yang digunakan untuk memblokade jalan. Aparat juga memastikan tidak ada lagi potensi gangguan keamanan di sekitar lokasi agar proses pemulihan dapat berlangsung tanpa hambatan.
Seluruh rangkaian kegiatan pembersihan dan pembukaan blokade berjalan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan insiden menonjol selama kegiatan berlangsung, menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kerja sama masyarakat dalam menjaga perdamaian.
Berdasarkan laporan situasi lapangan, kondisi keamanan di Negeri Liang terpantau aman dan terkendali. Masyarakat mulai kembali beraktivitas secara bertahap, sementara aparat keamanan tetap disiagakan untuk menjaga stabilitas kamtibmas dan mencegah potensi gangguan lanjutan.
Kapolda Maluku menegaskan bahwa kehadiran aparat TNI–Polri di Negeri Liang tidak semata-mata untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendukung proses pemulihan pascakonflik melalui pendekatan humanis dan persuasif, sejalan dengan semangat dialog yang telah dibangun.
“Aparat akan kami tempatkan untuk berdiri di tengah secara objektif. Namun keberhasilan menjaga keamanan sangat bergantung pada komitmen kita semua untuk menahan diri dan menjaga persaudaraan,” ungkap Kapolda Maluku, Dadang Hartanto.
Pembukaan kembali blokade jalan ini menjadi simbol bahwa komitmen perdamaian di Negeri Liang tidak berhenti pada dialog, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Negara hadir tidak hanya sebagai penengah konflik, tetapi juga sebagai fasilitator pemulihan ruang hidup masyarakat.
Sinergi TNI–Polri dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembersihan pascakonflik mencerminkan semangat kolektif untuk menutup lembaran konflik dan membuka babak baru kehidupan yang aman dan harmonis. Polda Maluku berharap stabilitas yang telah terbangun dapat terus dijaga demi masa depan Negeri Liang yang damai.(MB-01)

