Ambon.malukubarunews.com — Wali Kota Ambon Bodewin Watimena mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban Kota Ambon pasca konflik tawuran yang terjadi di kawasan STAIN, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Jumat (26/12/2025). Imbauan ini disampaikan guna mencegah konflik meluas dan menjaga situasi tetap kondusif.
Konflik tawuran tersebut terjadi di lingkungan sekitar Universitas Islam Negeri (UIN) STAIN Ambon. Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kota Ambon bergerak cepat bersama TNI dan Polri dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan situasi keamanan terkendali.
Wali Kota Ambon menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia meminta warga tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, terlebih dalam momentum penting bagi dunia pendidikan.
“Sebagai wali kota, beta (Saya )mengajak basudara samua mari katong jaga keamanan dan ketertiban Kota Ambon. Beta (Saya) menghimbau untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang merugikan pribadi dan orang lain,” himbauan Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena yang di unggah di akun Facebook pribadinya
Ia mengingatkan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan kegiatan wisuda mahasiswa, sehingga stabilitas keamanan sangat diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Besok adik-adik kita akan melaksanakan wisuda. Mari bersepakat untuk percayakan semua penanganan kepada Polri, TNI, dan Pemerintah Kota. Mari sama-sama katong jaga Kota Ambon yang katong cintai,” tutur Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena.
Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon terus melakukan koordinasi intensif dengan aparat keamanan dan seluruh pihak terkait untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di kawasan kampus STAIN Ambon, tetap terjaga.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan kondusivitas keamanan dan ketertiban di kawasan Universitas Islam Negeri Ambon,” ungkap Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena.
Peninjauan langsung ke lokasi konflik dilakukan bersama unsur TNI-Polri, termasuk Kapolres dan perwakilan TNI, sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin rasa aman bagi masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa pemerintah tidak mentolerir aksi kekerasan yang mengganggu ketenteraman umum.
Pemerintah Kota Ambon berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri, tidak terprovokasi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan konflik kepada aparat yang berwenang. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan dinilai menjadi kunci utama menjaga Ambon tetap aman dan damai.(MB-01)

