Ambon.Malukubarunews.com — Harga bahan pokok di sejumlah pasar di Kota Ambon terpantau relatif stabil menjelang Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kepastian itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Nita Bin Umar, usai melakukan pemantauan bersama mitra kerja di Lantai Satu DPRD Maluku, Karang Panjang, Ambon, Selasa (10/2/2026).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga bahan pangan strategis yang kerap mengalami fluktuasi menjelang bulan suci Ramadhan. Sejumlah komoditas utama seperti bawang merah, bawang putih, dan tomat masih berada dalam kisaran harga normal.
“Harga bawang merah dan bawang putih masih bertahan di kisaran Rp45.000 per kilogram. Untuk ukuran besar relatif stabil, sementara ukuran kecil ada sedikit kenaikan. Tomat juga masih di kisaran harga yang sama,” ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Nita Bin Umar.
Menurut Nita, pola kenaikan harga menjelang Ramadhan hampir selalu terjadi setiap tahun seiring meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, hingga saat ini, kondisi pasar di Maluku masih dalam kategori aman dan terkendali.
“Potensi kenaikan harga jelang Ramadhan tetap ada, tergantung permintaan masyarakat. Karena itu kami telah melakukan koordinasi dengan mitra kerja di sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Nita Bin Umar.
Ia menjelaskan, Komisi II DPRD Maluku telah meminta dinas terkait untuk rutin melakukan pemantauan lapangan, khususnya terhadap ketersediaan stok bahan pokok. Pengawasan tersebut dinilai krusial guna mencegah lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.
“Kami minta dinas terkait rutin melakukan pemantauan lapangan, khususnya terhadap ketersediaan stok bahan pokok. Jika stok terbatas, harga akan otomatis melonjak dan itu berdampak langsung pada masyarakat,” Nita Bin Umar.
Secara umum, ketersediaan bahan pokok di Maluku hingga pertengahan Februari 2026 masih dalam kondisi aman. Distribusi logistik dari daerah sentra produksi maupun luar daerah berjalan normal, meskipun tetap diperlukan antisipasi terhadap potensi gangguan cuaca dan distribusi.
Komisi II DPRD Maluku menegaskan pengawasan tidak hanya dilakukan menjelang Ramadhan, tetapi akan terus berlanjut hingga memasuki Hari Raya Idul Fitri. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen DPRD dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan melindungi daya beli masyarakat.
Dengan koordinasi lintas sektor yang intensif dan pemantauan berkelanjutan, DPRD Maluku berharap tidak terjadi lonjakan harga signifikan yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadhan 2026.(MB-01)

