Ambon.malukubarunews.com. — Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku Partai PAN Dapil Kota Ambon Nita Bin Umar, menyampaikan sejumlah catatan penting kepada instansi terkait dalam rapat gabungan komisi yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Maluku, Kamis (5/3/2026). Rapat tersebut membahas kesiapan pemerintah dan berbagai instansi dalam menghadapi arus mudik serta ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri.
Dalam penyampaiannya, Nita mengapresiasi paparan dari berbagai mitra kerja seperti Pertamina, Bulog, Pelni, Pelindo, PLN, serta dinas terkait mengenai kesiapan menghadapi hari raya.
Meski demikian, ia menekankan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satunya terkait ketersediaan minyak tanah menjelang Idul Fitri yang diperkirakan akan mengalami peningkatan konsumsi oleh masyarakat.
“Kami mohon kepada Pertamina agar memperhatikan ketersediaan minyak tanah. Menghadapi Idul Fitri biasanya pemakaian masyarakat meningkat, sehingga stok untuk kebutuhan rumah tangga perlu ditambah,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti ketersediaan bawang putih yang berdasarkan paparan Dinas Ketahanan Pangan masih mengalami kekurangan. Menurutnya, komoditas tersebut merupakan bahan pokok penting dalam kebutuhan rumah tangga, terutama menjelang hari raya.
Nita juga menyampaikan keluhan petani terkait gabah yang belum terserap oleh Bulog di beberapa daerah di Maluku. Ia berharap persoalan tersebut segera ditindaklanjuti agar petani tidak dirugikan.
Dalam sektor transportasi, ia menyinggung data kecelakaan lalu lintas tahun 2025 yang tercatat sebanyak 27 kasus.Ia meminta Dinas Perhubungan untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan serta memperhatikan titik-titik jalan yang rawan.
Sementara itu kepada PT Pelni, Nita mengingatkan agar sistem pembelian tiket secara online tetap memperhatikan kapasitas kapal demi keselamatan penumpang.
“Walaupun pembelian tiket dilakukan secara online, harus tetap ada pembatasan sesuai kapasitas kapal agar tidak membahayakan keselamatan penumpang,” ingatnya
Ia juga menyoroti potensi kemacetan di kawasan pelabuhan Ambon akibat kendaraan yang masuk ke area pelabuhan. Menurutnya, pengaturan lalu lintas perlu diperbaiki agar tidak menimbulkan kemacetan panjang.
Selain itu, Nita meminta PLN memperhatikan seringnya pemadaman listrik yang terjadi di Kota Ambon dalam beberapa pekan terakhir karena hal tersebut mengganggu aktivitas masyarakat.
Sebagai ibu rumah tangga, Nita mengaku merasakan langsung kenaikan harga bahan pokok di pasar. Ia mencontohkan harga bawang merah yang naik dari Rp45.000 menjadi Rp65.000 per kilogram hanya dalam dua hari, serta harga cabai keriting yang mencapai Rp70.000 per kilogram.
Ia berharap pemerintah dapat melakukan pemantauan harga secara intensif hingga mendekati hari raya, terutama pada H-2 dan H-3 Idul Fitri, karena pada periode tersebut biasanya terjadi lonjakan harga yang cukup tinggi.
Nita berharap juga bahwa seluruh instansi yang hadir dalam rapat tersebut dapat bekerja sama secara maksimal agar seluruh kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik.”harap Nita tutup ( MB-01)

