Ambon.malukubarunews.com.— Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, menegaskan bahwa ancaman siber saat ini semakin kompleks dan berisiko tinggi terhadap perlindungan data pribadi serta keamanan informasi publik. Hal tersebut disampaikannya sebagai narasumber utama dalam seminar dan workshop literasi digital yang diselenggarakan Teras Yastrine bekerja sama dengan American Corner Universitas Pattimura (Unpatti), Jumat, 6 Februari 2026.
Seminar yang mengangkat isu keamanan digital ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pegiat komunitas digital, hingga unsur pemerintahan. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya keamanan data dan kesiapsiagaan menghadapi risiko siber di era transformasi digital.
Dalam pemaparannya, Ronald menjelaskan secara komprehensif berbagai bentuk ancaman siber terkini, mulai dari pencurian data pribadi, serangan malware, hingga penyalahgunaan informasi digital yang dapat merugikan individu maupun institusi pemerintah.
“Perlindungan data pribadi dan keamanan digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak. Ancaman siber terus berkembang dan bisa menyerang siapa saja, kapan saja,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Kota Ambon, Ronald
Ia menekankan bahwa risiko siber tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan publik, kepercayaan masyarakat, serta stabilitas sistem pemerintahan berbasis digital. Oleh karena itu, peningkatan literasi dan kesadaran digital dinilai sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan tersebut.
Ronald juga memaparkan arah kebijakan Pemerintah Kota Ambon dalam membangun infrastruktur keamanan siber yang tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan sistem persandian dan pengelolaan data menjadi bagian penting dari strategi transformasi digital daerah.
“Pemerintah Kota Ambon terus berupaya membangun infrastruktur siber yang andal dan bertanggung jawab, agar pelayanan publik berbasis digital dapat berjalan aman dan terpercaya,” ujar Ronald
Seminar berlangsung dinamis dengan sesi diskusi yang interaktif. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan kritis terkait keamanan data pribadi, regulasi digital, hingga peran masyarakat dalam menjaga keamanan informasi di ruang siber.
Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya perlindungan data dan keamanan informasi, seiring dengan semakin masifnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas digital dalam menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan berkelanjutan di Kota Ambon.
Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus mendorong edukasi dan literasi digital sebagai bagian dari upaya strategis menghadapi tantangan keamanan siber di tingkat lokal maupun nasional.(MB-*)

