Ambon.malukubarunews.com – Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Yoga Putra Prima Setya, menyatakan sebanyak 992 personel dikerahkan dalam pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat 2026.
Hal tersebut disampaikan Kapolresta usai upacara gelar pasukan pengamanan Lebaran di Markas Polresta Pulau Ambon dan Pulau‑Pulau Lease, menjelang perayaan Idul Fitri usai upacara katupat bertempat di Polresta Ambon. Kamis,12 Maret 2026
Menurut Yoga Putra, keberhasilan operasi pengamanan Lebaran tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan TNI.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan Bapak Dandim atas dukungannya dalam menyukseskan operasi ini. Tanpa kolaborasi yang baik, kami tidak bisa bekerja maksimal,” ungkap Kapolresta
.
Operasi Kemanusiaan dan Pelayanan Masyarakat
Ia menegaskan bahwa operasi ini merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam mengamankan arus mudik, arus balik, serta kegiatan masyarakat selama Idul Fitri.
Selain pengamanan, kepolisian juga membuka layanan bagi masyarakat, termasuk penitipan kendaraan bagi warga yang akan mudik.
“Kami selalu siap melayani masyarakat, termasuk jika ada masyarakat yang ingin menitipkan kendaraannya selama mudik,” ujarnya.
Rincian Personel Pengamanan
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Ambon dan sekitarnya, personel yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur, termasuk TNI dan instansi pemerintah daerah.
Kapolresta menjelaskan bahwa dari total 992 personel, terdapat:
268 personel untuk pengamanan Salat Idul Fitri,419 personel untuk pengamanan malam takbiran
Selain itu juga disiapkan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat, yaitu:
19 pos pengamanan (Pos PAM)
2 pos pelayanan
2 pos terpadu
Beberapa pos pengamanan ditempatkan di lokasi strategis seperti pelabuhan dan bandara, termasuk di Bandar Udara Internasional Pattimura.
Antisipasi Kemacetan Malam Takbiran
Polresta Ambon bersama unsur TNI dan instansi terkait juga telah menyiapkan langkah pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan saat malam takbiran.
Menurut Yoga Putra, terdapat 11 titik pengalihan arus lalu lintas yang akan diberlakukan oleh personel gabungan.
Selain itu, terdapat 21 titik pengamanan jalur serta empat titik yang dipetakan sebagai daerah rawan kemacetan.
Langkah tersebut dilakukan karena pada malam takbiran biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang menuju pusat kota.
“Pengaturan lalu lintas dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang dapat menimbulkan kemacetan di pusat kota,” jelasnya.
Sinergi Pengamanan Lebaran
Kapolresta menegaskan bahwa pengamanan Idul Fitri merupakan tanggung jawab bersama antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Lebaran dapat berjalan aman dan lancar.
“Kami berharap perayaan Idul Fitri di wilayah Ambon dan sekitarnya dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” harap Kapolresta tutup (MB-01)

