Ambon.malukubarunews.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, memimpin langsung kegiatan tatap muka dan dialog bersama tokoh pemerintahan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan ini digelar sebagai langkah konkret Polri dalam meredam dan menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di wilayah tersebut.
Dialog yang dimulai pukul 13.58 WIT ini bertujuan mencari solusi damai dan berkelanjutan atas konflik antara kelompok Matahari Naik dan Matahari Masuk yang sebelumnya menimbulkan keresahan dan gangguan keamanan. Kapolda Maluku menegaskan bahwa stabilitas kamtibmas dan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan konflik.
Sebagai bentuk komitmen untuk mendengar aspirasi secara seimbang, dialog dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Pertemuan pertama berlangsung di Gedung Pertemuan Kantor Pemerintah Negeri Liang, kemudian dilanjutkan di Kompleks Genfrus Matahari Masuk RT 010 Negeri Liang. Pendekatan ini dimaksudkan agar seluruh pihak merasa dihargai dan didengar.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Polda Maluku, perwakilan Pangdam XV/Pattimura, perwakilan Gubernur Maluku yang diwakili Asisten III Administrasi Umum sekaligus Plt. Sekda Provinsi Maluku, para direktur di lingkungan Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Dandim, Sekda Kabupaten Maluku Tengah, Camat Salahutu, serta tokoh adat dan masyarakat dari kedua kelompok.
Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa kehadirannya di Negeri Liang semata-mata untuk memastikan keamanan dan kedamaian bagi seluruh warga tanpa membedakan kelompok.
“Hari ini saya datang ke Negeri Liang hanya dengan satu tujuan, yaitu negeri ini harus aman dan damai. Kita hidup di era modern dan keterbukaan informasi, sehingga cara-cara kekerasan bukan lagi solusi,” jelas Kapolda Maluku, Dadang Hartanto.
Kapolda menekankan bahwa dialog dan komunikasi terbuka merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik. Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat menyampaikan pandangan, keluhan, dan harapan agar solusi yang diambil bersifat adil dan bermartabat.
“Saya ingin mendengar apa yang sebenarnya diinginkan masing-masing pihak agar kita bisa duduk bersama dan menemukan solusi yang adil dan bermartabat,” ujar Kapolda Maluku.
Dalam dialog tersebut, perwakilan warga Komplek Matahari Naik menyampaikan berbagai aspirasi, antara lain dugaan aksi kekerasan menggunakan senjata tajam, permintaan pendirian Polsek di Negeri Liang, penanganan pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO), serta evaluasi kepemimpinan Pemerintah Negeri yang dinilai menjadi salah satu faktor pemicu konflik.
Menanggapi hal itu, Kapolda Maluku mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua, untuk berperan aktif membina generasi muda agar tidak mudah terprovokasi dan terjerumus dalam tindakan kekerasan.
“Saya berharap para orang tua benar-benar menjaga dan mengarahkan anak-anaknya. Jangan saling menyalahkan, mari kita renungkan bersama apa yang sudah terjadi dan bagaimana memperbaikinya,” ucap Kapolda Maluku.
Pada pertemuan kedua bersama warga Komplek Matahari Masuk, masyarakat menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Kapolda Maluku. Mereka mengusulkan penempatan pos pengamanan di wilayah perbatasan, evaluasi kepemimpinan Negeri Liang, serta penanganan korban konflik secara adil dan berorientasi pemulihan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolda Maluku menegaskan bahwa setiap tindakan pengamanan akan dievaluasi secara internal sesuai prosedur, serta menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga perdamaian.
“Aparat akan kami tempatkan untuk berdiri di tengah secara objektif. Namun keberhasilan menjaga keamanan sangat bergantung pada komitmen kita semua untuk menahan diri dan menjaga persaudaraan,” tegas Kapolda Maluku.
Seluruh rangkaian dialog berlangsung aman, tertib, dan terbuka hingga berakhir pukul 17.00 WIT. Usai kegiatan, Kapolda Maluku bersama rombongan meninjau langsung lokasi konflik sebagai bentuk keseriusan Polri dalam memulihkan situasi kamtibmas. Langkah ini menegaskan pendekatan humanis dan dialogis Polda Maluku dalam menjaga perdamaian dan persatuan masyarakat Maluku.(MB-01)

