Kapolda dan Gubernur Maluku Tegaskan Komitmen Jaga Kedamaian Lewat Doa Bersama Antaragama

oleh -15 Dilihat

Ambon, MalukuBaruNews.com – Situasi nasional yang memanas tak membuat Maluku ikut terpengaruh. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto dan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam pernyataan bersama usai acara Doa Bersama Antaragama di Lobi Mapolda Maluku, Tantui – Ambon, Sabtu (30/8/2025).

Acara yang melibatkan berbagai tokoh agama, masyarakat, mahasiswa, komunitas ojek online, serta Forkopimda ini diinisiasi langsung oleh Kapolda Maluku sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi kebangsaan dan langkah konkret merawat toleransi dan persatuan.

“Kami, Polda Maluku, menginisiasi doa bersama ini bersama Pak Gubernur dan seluruh elemen masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika nasional yang berkembang akhir-akhir ini,” ungkap  Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto.

Ia menegaskan, situasi di Pulau Jawa atau daerah lain yang mengalami ketegangan sosial dan aksi anarkis tidak relevan dengan konteks Maluku.

“Apa yang terjadi di Pulau Jawa atau di tempat lain, tidak ada relevansinya dengan kita di Maluku. Kami ingin masyarakat tetap tenang, aman, damai, dan menjauhkan diri dari provokasi,” lanjutnya tegas.

“Jika ada aspirasi atau pendapat, silakan sampaikan. Tapi dengan cara-cara yang damai dan sesuai dengan hukum. Ini budaya baik, tradisi kita, dan harus terus dijaga,” ungkap  Kapolda.

Kegiatan doa bersama ini sekaligus menjadi momen refleksi untuk menyampaikan duka cita atas berbagai korban yang jatuh di tempat lain dalam beberapa pekan terakhir akibat aksi anarkis.

“Kami turut berduka atas peristiwa yang terjadi dan berharap agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” ucap Gubernur, disambut haru oleh peserta.

Kapolda menegaskan bahwa langkah-langkah pengamanan di Maluku dilakukan dengan pendekatan humanis. Ia juga menekankan bahwa koordinasi antar unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat akan terus diperkuat demi menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami akan terus berkoordinasi dan melakukan pendekatan yang edukatif. Kami tidak ingin hal-hal yang tidak kita harapkan terjadi di Maluku,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasinya kepada Kapolda dan seluruh elemen yang hadir atas komitmen untuk menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, Maluku adalah wilayah yang memiliki potensi luar biasa dan tidak boleh mundur akibat dampak konflik dari luar daerah.

Maluku adalah tanah yang kita cintai, indah dan penuh potensi. Maluku tidak boleh mundur, Maluku harus maju, dan maju terus,” tegas Gubernur.

“Energi yang kita miliki harus kita gunakan untuk membangun manusia, bukan untuk hal-hal yang merusak. Karena itu kami menghimbau agar masyarakat tetap damai dan fokus pada hal-hal produktif,” sambungnya.

Kedua pemimpin daerah ini sepakat bahwa penyampaian pendapat adalah hak warga negara yang dilindungi konstitusi, namun harus dilakukan secara santun dan sesuai dengan aturan hukum.

Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa Maluku memilih jalan damai, kolaboratif, dan maju bersama dalam menghadapi tantangan bangsa.(MB-01)