Ambon, Malukubarunews.com — Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas menghadiri kegiatan Buka Puasa Bersama yang digelar di Gedung Plaza Presisi Manise Polda Maluku, Minggu (22/2/2026). Kehadiran Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IX (Dankodaeral IX) tersebut menjadi penegasan komitmen TNI Angkatan Laut dalam memperkuat sinergisitas antar unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku.
Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut, Dankodaeral IX didampingi Wakil Komandan Kodaeral IX (Wadan Kodaeral IX) Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi. Acara ini mempertemukan jajaran pimpinan TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam suasana kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan mengusung tema, “Ramadhan membawa kita menjadi insan yang cinta kedamaian, Bulan suci Ramadhan membawa kedamaian dan kesejukan untuk kemajuan basudara Maluku Manise.” Tema ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual spiritual, tetapi juga momentum memperkuat kohesi sosial dan stabilitas daerah.
Suasana keakraban tampak jelas ketika para pimpinan daerah duduk bersama dalam satu forum informal. Interaksi tersebut dinilai strategis untuk mempererat komunikasi serta membangun kepercayaan antar lembaga, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Maluku.
“Momentum Ramadhan ini menjadi ruang yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antar instansi demi Maluku yang aman dan sejahtera,”ungkap Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas.
Kegiatan semakin bermakna saat memasuki sesi tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Arsal Rizal Tuasikal, Ketua Badan Imarah Muslim Maluku. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga akhlak dan kerukunan sebagai fondasi utama kemajuan daerah.
“Kerukunan dan kemuliaan akhlak adalah kunci menjaga persatuan. Tanpa itu, pembangunan tidak akan berjalan optimal,” jelas Ketua Badan Imarah Muslim Maluku, Arsal Rizal Tuasikal.
Secara strategis, penyelenggaraan buka puasa bersama ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektoral antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah. Dalam konteks Maluku yang memiliki dinamika sosial dan geografis yang kompleks, komunikasi yang solid menjadi faktor krusial dalam pencegahan potensi gangguan keamanan.
Melalui suasana informal yang sarat nilai kebersamaan, berbagai persoalan administratif maupun teknis di lapangan diharapkan dapat dikelola secara lebih efektif. Pendekatan humanis yang dibangun dalam forum tersebut diyakini mampu mempercepat respons kebijakan dan pelayanan publik.
Sinergi yang ditunjukkan Forkopimda Maluku dalam momentum Ramadhan ini diharapkan menjadi teladan bagi seluruh elemen masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka dan hubungan emosional yang kuat antar pimpinan daerah, cita-cita mewujudkan “Basudara Maluku Manise” yang aman, damai, dan sejahtera dapat direalisasikan secara berkelanjutan.(MB-*)

