Ambon.malukubarunews.com – Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) Ambon mencatatkan sejarah baru dengan resmi membuka tiga Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada tahun 2026. Peluncuran program tersebut berlangsung di Fakultas Kedokteran Unpatti, Ambon, Selasa (10/2/2026), sebagai langkah strategis menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis di wilayah Maluku.
Tiga program studi yang dibuka meliputi Spesialis Bedah, Spesialis Penyakit Dalam, serta Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Kehadiran program ini diharapkan mampu memperkuat sistem pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah kepulauan yang selama ini masih mengalami keterbatasan tenaga medis spesialis.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura menyampaikan bahwa pembukaan tiga program PPDS tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan pendidikan kedokteran di Maluku sekaligus menjawab tantangan ketersediaan dokter spesialis di daerah.
“Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, hari ini 10 Februari 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi Universitas Pattimura dan masyarakat Maluku dengan diluncurkannya tiga Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis,” ungkap Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, Farah Christiana Noya.
Ia menjelaskan bahwa pembukaan program PPDS merupakan bagian dari upaya akselerasi pemenuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan prioritas nasional pemerintah serta program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan tenaga medis.
Menurutnya, proses persiapan pembukaan program spesialis tersebut telah dilakukan secara intensif sejak tahun 2025 melalui berbagai tahapan koordinasi dan konsolidasi dengan berbagai pihak terkait.
“Pada 13 Januari 2026 telah dilakukan evaluasi lapangan oleh tim pusat untuk memverifikasi kesiapan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana, dan ketiga prodi PPDS dinyatakan memenuhi syarat,” papar Farah Christiana Noya.
Dalam penyelenggaraan pendidikan spesialis ini, FK Unpatti menjalin kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sebagai universitas pembina. Kerja sama tersebut dilakukan melalui skema pencangkokan dosen serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Selain itu, Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Haulussy Ambon ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama (RSPU). Sementara jejaring rumah sakit pendidikan lainnya meliputi RS Bhayangkara, RS dr. Leimena, serta Rumah Sakit Tentara Tingkat II.
Dekan FK Unpatti menambahkan bahwa kuota pendidikan dokter spesialis akan diprioritaskan bagi aparatur sipil negara (ASN) putra-putri daerah, khususnya dari wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan di Maluku melalui skema beasiswa dan ikatan dinas.
“Residen wajib menandatangani pakta integritas untuk kembali mengabdi di daerah asal, sementara pemerintah daerah berkomitmen memberikan beasiswa penuh,” tegas Farah Christiana Noya.
Pemerintah Provinsi Maluku juga menyambut positif pembukaan tiga program spesialis tersebut. Melalui Sekretaris Daerah, pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh karena program ini dinilai menjadi solusi strategis dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis di wilayah Maluku.
“Pemprov Maluku memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan PPDS di Unpatti. Ini merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak dokter spesialis, terutama di wilayah kepulauan, terpencil, dan perbatasan,” ungkap Sekretaris Daerah Maluku, Sadeli Le.
Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura menyampaikan bahwa pembukaan program pendidikan dokter spesialis merupakan hasil perjuangan panjang sejak awal gagasan pendirian Fakultas Kedokteran Unpatti pada awal tahun 2000-an.
“Hari ini kita patut bersyukur dan bangga. Tahun 2026, Fakultas Kedokteran Unpatti dipercaya membuka tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis,” ucapnya Rektor
Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Ia menekankan bahwa pengembangan pendidikan kedokteran membutuhkan dukungan besar dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, terutama dalam aspek pembiayaan, fasilitas, serta penguatan sarana dan prasarana kesehatan.
Dengan dibukanya tiga program pendidikan dokter spesialis ini, Universitas Pattimura diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan akses layanan kesehatan spesialis serta memperkuat sistem pelayanan medis bagi masyarakat Maluku.(MB)

