Ambon.malukubarunews.com —Program Sound of Green (SoG) yang diinisiasi Ambon Music Office (AMO) kembali mendapatkan dukungan penting menjelang penilaian Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2026. Dukungan tersebut datang dari Ketua DPRD Kota Ambon, Maurits Tamaela, yang menilai SoG sebagai program kreatif dan inovatif yang mewakili identitas Ambon sebagai Kota Musik.
Tamaela menegaskan bahwa keikutsertaan SoG dalam ajang nasional tersebut menunjukkan bahwa Ambon memiliki program unggulan yang layak diperhitungkan secara luas, sekaligus memperkuat posisi kota ini dalam peta budaya nasional.
“Dengan diikutkannya SoG dalam ajang tersebut, menunjukan kepada daerah lainnya bahwa Ambon sebagai kota musik memiliki program unggulan yang kreatif dan inovatif.”ungkap Ketua DPRD Kota Ambon, Maurits Tamaela.
Ia memastikan bahwa DPRD Kota Ambon akan terus berada di belakang program SoG, terutama melalui penguatan kebijakan dan dukungan penganggaran agar program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi daerah.
“.Hal ini penting mengingat program SoG ini telah diakui secara nasional dan internasional sebagai program kreatif dan inovatif.”jelas Maurits Tamaela.
Dalam pandangannya, SoG menjadi salah satu gerakan penting yang menghidupkan konsep Ambon City of Music yang telah diakui UNESCO. Program ini dinilai berhasil menyatukan kolaborasi budaya dan pelestarian lingkungan, dua sektor strategis yang menjadi identitas utama kota.
“Tentunya kami berharap SoG dapat membawa Kota Ambon menjadi yang terbaik dalam ajang ini. Namun bukan hanya mencari penghargaan, tetapi bagaimana program ini akan terus berlanjut ke depan bagi upaya pelestarian budaya dan lingkungan kita…,” tandas Maurits Tamaela.
SoG sendiri merupakan program yang dikembangkan AMO sejak 2020 dengan dukungan berbagai mitra lokal, termasuk komunitas, akademisi Universitas Pattimura, serta UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ambon. Program ini fokus pada pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman bambu di kawasan yang disebut “Hutan Musik” di Negeri Amahusu.
Bambu dipilih sebagai tanaman utama karena memiliki fungsi ekologis dan kultural yang kuat. Selain membantu mencegah erosi dan meningkatkan penyerapan air, bambu juga menjadi bahan baku utama instrumen musik tradisional seperti suling bambu, sehingga relevan dengan pengembangan seni dan budaya lokal.
Dampak program SoG dirasakan melalui berkurangnya potensi deforestasi, meningkatnya edukasi lingkungan bagi masyarakat dan pelaku musik, serta terjaminnya ketersediaan bahan baku alat musik tradisional untuk masa depan. Pendekatan ini sejalan dengan agenda keberlanjutan dan penguatan budaya yang kini menjadi perhatian global.
Adapun Anugerah Kebudayaan PWI merupakan ajang nasional yang dibuka bagi wartawan serta Bupati/Wali Kota, dengan tujuan memperkuat kebudayaan daerah melalui sinergi media, pemerintah, dan komunitas budaya. Proses penjurian dilakukan melalui proposal dan presentasi di hadapan dewan juri yang terdiri dari wartawan senior, budayawan, akademisi, dan pengurus PWI.
Puncak penghargaan akan digelar pada rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) di Provinsi Banten, pada 8–9 Februari 2026. Keikutsertaan SoG diharapkan menjadi momentum penting bagi Ambon dalam memperkuat identitas budaya sekaligus memperluas jejaring di tingkat nasional.(MB-01)

