Ambon.malukubarunews.com — Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun yang juga ketua DPRD Provinsi Maluku menegaskan komitmen politik hijau melalui aksi penanaman 1.100 pohon yang digelar serentak di 11 kabupaten/kota di Maluku. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-53 PDI-P serta HUT ke-79 Ketua Umum DPP PDI-P, Megawati Soekarnoputri, dengan semangat “Merawat Pertiwi Demi Kedaulatan Rakyat”.
Aksi yang dipusatkan di kawasan Kopertis Ambon pada Sabtu (dua hari lalu) itu melibatkan fungsionaris DPD, DPC Kota Ambon, hingga PAC Kecamatan Sirimau. Gerakan ini disebut bukan sekadar seremoni partai, melainkan langkah konkret menjaga keseimbangan ekosistem di “tanah raja-raja” Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya, Benhur Watubun menegaskan bahwa ancaman terhadap kedaulatan ekologis semakin nyata, terutama akibat praktik perambatan hutan dan kebijakan perizinan yang dinilai tidak tepat. Ia mencontohkan sejumlah daerah di luar Maluku, seperti Sumatera, yang mengalami dampak serius akibat kerusakan lingkungan.
“Pada hari ini PDI-P melaksanakan satu kegiatan sederhana namun berpengaruh luas dengan menanam 1.100 pohon di seluruh kabupaten/kota sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada rakyat. Aksi ini bukan sekadar seremonial,” ungkap Ketua DPD PDI-P Provinsi Maluku, Benhur Watubun.
Ia menekankan bahwa merawat bumi berarti menjaga keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Menurutnya, pencegahan bencana seperti banjir dan longsor harus dimulai dari langkah nyata menjaga hutan dan ruang hijau.
“Merawat artinya kita menjaga bumi supaya keberlangsungan dunia tetap berlanjut dan mencegah banjir serta bencana yang berlebihan,” terang Benhur Watubun.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti adanya praktik-praktik yang merusak lingkungan, termasuk dugaan aktivitas ilegal maupun kebijakan perizinan yang tidak tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa politik hijau menjadi pilihan strategis dan ideologis PDI-Perjuangan dalam memperjuangkan kedaulatan rakyat berbasis kelestarian lingkungan.
“Pada hari pertama kegiatan, sebanyak 79 pohon ditanam sebagai simbol usia ke-79 Megawati Soekarnoputri. Simbolisasi ini diharapkan mampu menggerakkan kesadaran publik secara berkelanjutan, tidak hanya di internal partai tetapi juga seluruh elemen masyarakat Maluku.
Momentum peringatan HUT ke-53 PDI-P dimaknai sebagai penguatan komitmen merawat Pertiwi demi kedaulatan rakyat. Gerakan ini sekaligus menjadi pesan politik bahwa pembangunan daerah harus berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan, bukan sebaliknya.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi bumi, air, dan seluruh kekayaan alam yang ada di dalamnya. Politik hijau adalah pilihan paling penting dan strategis untuk menjaga ekosistem dan masa depan generasi kita,” ajak Benhur Watubun.
Dengan gerakan serentak di 11 kabupaten/kota, PDI-P Maluku berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa kedaulatan rakyat tidak hanya dimaknai secara politik dan ekonomi, tetapi juga ekologis. Aksi ini diharapkan menjadi langkah awal yang konsisten dan berkelanjutan dalam menjaga bumi Maluku dari ancaman kerusakan lingkungan.(MB-01)

