Ambon.malukubarunews.com – Upaya pencegahan radikalisme dan kekerasan pada anak terus diperkuat sejak usia pelajar. Kasatgas Wilayah (Kasatgaswil) Maluku Densus 88 Antiteror Polri melaksanakan sosialisasi kebangsaan kepada perwakilan Gugus Depan Pramuka tingkat SMP dan SMA se-Maluku dalam rangka Perkemahan Akhir Tahun XI, Selasa (30/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon ini diikuti oleh 110 peserta. Sosialisasi dilaksanakan melalui kerja sama antara Densus 88 AT Polri dan UIN A.M. Sangadji Ambon sebagai bagian dari upaya preventif menghadapi ancaman radikalisme di kalangan generasi muda.
Kasatgaswil Maluku Densus 88 AT Polri, KBP I Wayan Sukarena, S.Pd., M.M., hadir langsung sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan materi bertajuk Pencegahan Radikalisasi dan Kekerasan pada Anak sebagai Pedoman Literasi Digital serta Upaya Penguatan Keamanan Diri bagi Pelajar.
Dalam paparannya, KBP I Wayan Sukarena menegaskan bahwa pelajar merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh ideologi radikal, terutama melalui ruang digital yang sulit diawasi secara menyeluruh.
“Pelajar merupakan kelompok rentan yang harus dibekali kemampuan literasi digital, ketahanan mental, serta kesadaran keamanan diri agar tidak mudah terpapar radikalisme dan kekerasan, baik di dunia nyata maupun ruang digital,” papar Kasatgaswil Maluku Densus 88 AT Polri, I Wayan Sukarena.
Ia juga mengapresiasi panitia Perkemahan Akhir Tahun XI yang telah membuka ruang kolaborasi edukatif bagi Densus 88 untuk berkontribusi dalam penguatan wawasan kebangsaan dan perlindungan anak dari paham ekstrem.
Materi yang disampaikan meliputi penjelasan mengenai Ideologi Radikal, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), klaster ekstremisme berbasis kekerasan, tahapan proses (MB-*)

