Ambon.malukubarunews.com – Basarnas Ambon melalui Kantor SAR Ambon menuntaskan pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) hari ketiga terhadap kecelakaan laut yang terjadi di Perairan Kepulauan Aru, Maluku. Operasi tersebut berhasil mengevakuasi seluruh korban, dengan rincian delapan orang selamat dan empat korban meninggal dunia.
Operasi SAR dipimpin langsung Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, setelah tiba di Kabupaten Kepulauan Aru bersama Tim BKO Kantor SAR Ambon. Setibanya di lokasi, Arafah membuka Posko SAR Nasional dan memimpin koordinasi Operasi SAR bersama seluruh unsur potensi SAR yang terlibat.
Dalam pelaksanaan evakuasi, Tim SAR Gabungan mengerahkan dua unit alut laut, yakni Rigid Inflatable Boat (RIB) milik USS Dobo dan Speedboat BPBD Dobo. Kedua armada tersebut difokuskan untuk menyisir Perairan Desa Jerwatu dan Perairan Pulau Wasir, wilayah yang diduga kuat menjadi lokasi korban terbawa arus.
Pada pukul 11.45 WIT, SRU 1 menggunakan RIB USS Dobo berhasil mengevakuasi korban ketiga yang sebelumnya ditemukan oleh masyarakat di Perairan Desa Jerwatu, Kecamatan Aru Utara. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak sekitar 12,95 nautical mile ke arah barat laut dari titik awal kejadian.
Tak berselang lama, sekitar pukul 12.05 WIT, SRU 2 menggunakan Speedboat BPBD Dobo berhasil mengevakuasi korban keempat yang ditemukan terjebak di dalam badan kapal dalam kondisi meninggal dunia. Seluruh korban kemudian dievakuasi menggunakan RIB menuju Pelabuhan Dobo pada pukul 12.28 WIT.
Tim SAR Gabungan tiba di Pelabuhan Dobo pada pukul 13.06 WIT. Selanjutnya, seluruh korban dibawa ke RSUD Cendrawasih Dobo untuk penanganan lebih lanjut oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Maluku.
“Operasi SAR hari ketiga difokuskan pada evakuasi seluruh korban yang telah ditemukan, serta memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian,” ungkap Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah.
Beberapa jam kemudian, Tim SAR Gabungan menerima informasi resmi dari Tim DVI Polda Maluku terkait identitas korban. Dari empat korban meninggal dunia, tiga di antaranya berhasil diidentifikasi atas nama Fransiskus, Liadi, dan Muhamad Panji, sementara satu korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
“Seluruh proses evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan korban, mengingat kondisi cuaca di lapangan yang cukup menantang,” jelas Muhamad Arafah.
Dengan telah dievakuasinya seluruh korban, pelaksanaan Operasi SAR dihentikan sementara dan direncanakan akan dilanjutkan pada Operasi SAR hari keempat, Sabtu (07/02), untuk memastikan keamanan lokasi serta evaluasi lanjutan.
Operasi SAR ini melibatkan unsur Unit Siaga SAR Dobo, Kantor SAR Ambon, Polairud Polres Aru, Brimob, Lanal Aru, unsur TNI Kodam, BPBD Dobo, RSUD Cendrawasih Dobo, DVI Polda Maluku, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Kondisi cuaca di lokasi operasi dilaporkan hujan ringan, angin tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 14 knot, serta tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.(MB-01)

