Tual.malukubarunews.com – Sebuah longboat dengan tujuh orang penumpang (POB 7 orang) dilaporkan mengalami mati mesin di perairan Pulau Tayandu, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Minggu (22/2/2026) dini hari. Informasi awal diterima aparat kepolisian perairan sekitar pukul 00.50 WIT, yang kemudian diteruskan kepada Basarnas untuk penanganan lebih lanjut.
Insiden bermula ketika longboat tersebut bertolak dari Tual pada Sabtu (21/2/2026) pukul 15.00 WIT dengan tujuan Pulau Kur, Kabupaten Maluku Tenggara. Namun pada pukul 23.47 WIT, kapal mengalami mati mesin di koordinat 5°25’12.46″S, 132°8’11.41″E atau sekitar 38 nautical mile arah barat dari Pos SAR Tual. Dalam kondisi terapung tanpa daya dorong, penumpang kemudian meminta bantuan SAR.
Sumber informasi awal berasal dari Aipda Hairul, personel Polair Tual, yang melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait untuk segera dilakukan operasi penyelamatan. Berdasarkan laporan tersebut, Basarnas Ambon melalui Pos SAR Tual langsung mengaktifkan unsur siaga.
Kepala Basarnas Ambon menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan darurat.
“Setelah menerima informasi pada pukul 00.50 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tual segera kami kerahkan pada pukul 01.05 WIT menggunakan RIB menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” ungkap Kepala Basarnas Ambon Muhammad Arafah
Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari empat personel Rescuer Pos SAR Tual, satu personel Polair Tual, dua personel Bakamla Tual, serta satu personel Satpol PP Tual. Mereka bergerak menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Pos SAR Tual dengan estimasi waktu tiba (ETA) di lokasi kejadian sekitar pukul 02.10 WIT.
Data sementara mencatat tujuh orang berada dalam pencarian (DP), masing-masing atas nama Guai Retop, Gunawan Sermaf, Rian Retop, Jeklin Retop, Rustam, Andri Sermaf, dan Riski Sermaf. Hingga berita ini diturunkan, belum dilaporkan adanya korban selamat (S), meninggal dunia (MD), maupun hilang (H), sementara proses pencarian masih berlangsung.
Operasi SAR dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama jaringan komunikasi yang terbatas di area perairan tersebut. Selain itu, kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan hujan sedang dengan arah angin barat laut hingga barat berkekuatan 9–23 knots serta tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Basarnas Ambon mengimbau masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut untuk selalu memastikan kondisi mesin dan kelengkapan keselamatan sebelum berlayar, terutama dalam situasi cuaca yang tidak menentu. Perkembangan lanjutan operasi SAR akan disampaikan secara resmi sesuai hasil di lapangan.(MB-01)

