Ambon.malukubarunews.com – Warga kawasan Tanah Rata Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dikejutkan dengan semburan air yang diduga berasal dari kebocoran pipa induk PAM, Sabtu (19/9/2026) pagi. Air terlihat mengalir dari titik kebocoran menuju kawasan pemukiman penduduk.
Peristiwa tersebut diketahui warga sekitar pukul 07.34 WIT. Semburan air terjadi ketika aktivitas masyarakat mulai berlangsung, termasuk warga yang mengantar anak ke sekolah, berbelanja kebutuhan sarapan, maupun melintasi jalan di kawasan tersebut.
Sejumlah warga yang melihat kondisi itu sempat membicarakan derasnya air yang keluar dari pipa. Aliran air bahkan bergerak menuju sejumlah rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebocoran.
Salah satu warga mengatakan, kebocoran tersebut bukan baru terjadi pagi ini.
Menurutnya, kondisi itu telah berlangsung sekitar tiga hari dan warga mengaku sudah menyampaikan laporan kepada petugas PAM.
“Sudah tiga hari air. Katong sudah lapor ke petugas PAM, tapi dong seng respon. Katong kasih biar saja,” ungkap salah satu warga Tanah Rata Galunggung.
Pantauan media ini di lokasi, kebocoran diduga terjadi pada bagian sambungan pipa induk. Air keluar dari titik sambungan yang mengalami kebocoran dan kemudian mengalir ke arah pemukiman warga.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat apabila tidak segera ditangani, terlebih aliran air berada di kawasan yang menjadi jalur aktivitas warga pada pagi hari. Warga berharap petugas segera turun ke lokasi untuk memastikan sumber kebocoran dan melakukan perbaikan.
Selain menggenangi atau membasahi area sekitar, kebocoran pada pipa induk juga menjadi perhatian warga karena berlangsung selama beberapa hari. Warga mempertanyakan tindak lanjut laporan yang menurut mereka telah disampaikan kepada pihak PAM.
Malukubarunews.com telah berupaya menghubungi pihak PAM untuk meminta konfirmasi terkait kebocoran pipa induk tersebut, termasuk mengenai penyebab kebocoran dan langkah penanganan yang akan dilakukan. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak PAM yang dihubungi belum memberikan respons.(MB-01)

