Semarang.malukubarunews.com — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, mendorong penguatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengrajin sebagai bagian penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dorongan tersebut disampaikannya saat mendampingi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Sabtu (13/9/2026).
Di sela agenda tersebut, Maya Lewerissa mengunjungi sejumlah stan UMKM dan kerajinan yang difasilitasi Dekranasda Jawa Tengah. Kunjungan itu menjadi momentum untuk melihat secara langsung bagaimana ruang promosi bagi pelaku usaha lokal dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan berskala besar.
Menurut Maya, pola penyediaan ruang promosi tersebut merupakan praktik positif yang layak menjadi inspirasi bagi pengembangan UMKM dan kerajinan di Provinsi Maluku. Menurutnya, event besar seharusnya tidak hanya menjadi pusat kegiatan utama, tetapi juga dimanfaatkan untuk membuka akses pasar bagi pelaku ekonomi lokal.
“Sangat baik ya, di sini Dekranasda memberikan panggung buat UMKM dan pengrajin. Saya kira hal-hal baik ini yang nanti akan kita terapkan di provinsi kita, di Maluku,” ujar Maya.
Ia menegaskan, kehadiran UMKM dan pengrajin dalam berbagai event besar memiliki manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar memperkenalkan produk. Ruang promosi yang tersedia dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha untuk membangun relasi bisnis, memperluas jaringan distribusi, sekaligus mencari pasar baru.
“Dengan adanya event-event seperti ini, produk-produk UMKM dan pengrajin mendapat promosi, bahkan mendapat jaringan untuk pemasarannya,” jelasnya.
Maya juga menilai pengembangan UMKM perlu berjalan beriringan dengan penguatan seni dan budaya lokal. Musik tradisional, seni pertunjukan, serta berbagai bentuk ekspresi budaya Maluku dinilai dapat ditempatkan secara berkelanjutan dalam kegiatan publik sebagai instrumen promosi daerah sekaligus penguat identitas lokal.
Menurutnya, integrasi seni, budaya, dan produk kerajinan dapat memberikan nilai tambah terhadap strategi promosi Maluku. Bukan hanya memperkenalkan produk, pendekatan tersebut juga memungkinkan masyarakat luas mengenal karakter, identitas, dan kekayaan budaya yang melekat pada produk unggulan daerah.
Karena itu, Maya mengajak seluruh stakeholder memberikan dukungan dan ruang yang lebih besar kepada pelaku UMKM dan pengrajin. Ia juga meminta Dekranasda kabupaten dan kota di Maluku mengambil peran aktif dalam memastikan pengembangan sektor tersebut berjalan secara berkelanjutan.
“Mari segala stakeholder memberikan fasilitas kepada UMKM dan pengrajin kita. Kami juga mengimbau kepada Dekranasda kabupaten/kota yang ada di Provinsi Maluku untuk tetap memberikan kontribusinya terhadap pengembangan UMKM dan para pengrajin,” ajaknya.
Maya menekankan bahwa penguatan ekosistem UMKM tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, Tim Penggerak PKK, Dekranasda, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar pelaku usaha memperoleh dukungan yang lebih konkret, mulai dari ruang promosi hingga akses pemasaran.
Dekranasda Provinsi Maluku, lanjut Maya, akan terus mendorong berbagai langkah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Fokus tersebut mencakup pengembangan ekonomi keluarga, pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, serta pelestarian dan pengembangan kerajinan lokal sebagai bagian dari potensi ekonomi daerah.
“Semangat ya kita semuanya,” tutup Maya.(MB-01)

