Ambon.malukubarunews.com – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga di RT 003/RW 001, Kelurahan Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (28/8/2026). Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi, memicu kepanikan warga.
Peristiwa tersebut membuat warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari rumah masing-masing. Sejumlah warga bahkan berlarian memindahkan surat-surat penting sebagai langkah antisipasi apabila api semakin meluas dan menjangkau bangunan lain.
Laporan kebakaran diterima petugas piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon sekitar pukul 09.45 WIT. Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar lebih jauh ke permukiman padat penduduk.
Informasi sementara yang diterima petugas menyebutkan, api diduga pertama kali muncul dari rumah keluarga Nur. Saat kejadian, seorang anak berusia 15 tahun berinisial Ara disebut sedang memasak.
Ketika proses memasak berlangsung, kompor yang digunakan diduga terjatuh hingga memicu munculnya api. Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi. Informasi awal kejadian tersebut disampaikan Fatma Abdurahman kepada petugas.
“Api diduga bermula dari kompor yang terjatuh saat digunakan untuk memasak,”ungkapnya
Dampak kebakaran cukup besar. Informasi sementara mencatat sedikitnya tujuh rumah dan satu toko terdampak kobaran api. Selain itu, sebanyak 20 pintu kamar kos milik Umi Warda turut terbakar.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung berat. Petugas harus berjibaku di tengah kondisi sejumlah bangunan yang terbakar dan berpotensi mengalami keruntuhan. Situasi tersebut menuntut petugas untuk melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi risiko keselamatan selama penanganan berlangsung.
Kondisi permukiman yang berdekatan juga menjadi tantangan tersendiri. Warga berusaha membantu dengan mengamankan barang-barang penting dari bangunan di sekitar titik kebakaran, sementara petugas berupaya membatasi pergerakan api agar tidak menjangkau lebih banyak rumah.
Hingga laporan ini disusun, informasi mengenai total kerugian material, ada atau tidaknya korban jiwa maupun luka-luka, serta penyebab pasti kebakaran masih menunggu pendataan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. Dugaan kompor terjatuh masih merupakan informasi awal dan belum dapat disebut sebagai penyebab final sebelum proses pemeriksaan selesai.
Kebakaran di kawasan padat penduduk Batumerah ini kembali menunjukkan tingginya risiko penyebaran api ketika bangunan berada dalam jarak berdekatan. Kecepatan warga mengamankan diri dan dokumen penting serta respons petugas pemadam menjadi faktor penting untuk mencegah dampak kebakaran semakin meluas.(MB+)

