Ambon.malukubarunews.com — Pemerintah Kota Ambon menegaskan pelaksanaan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 antara Tim Nasional Belanda melawan Tim Nasional Swedia di Lapangan Merdeka Ambon bukan sekadar agenda menyaksikan pertandingan sepak bola. Kegiatan yang akan digelar bersama Duta Besar Belanda untuk Indonesia itu juga diharapkan menjadi sarana memperkuat kebersamaan, persaudaraan, dan harmoni sosial di tengah masyarakat Kota Ambon.
Juru Bicara Pemerintah Kota Ambon yang juga Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, menyampaikan,kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon dan masyarakat dalam menjawab tingginya antusiasme warga terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia.
“Pelaksanaan nonton bareng ini bukan sekadar agenda menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan persaudaraan di kalangan masyarakat. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon dan masyarakat sekaligus menjawab tingginya antusiasme warga terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia,” ungkap Ronald
Lekransy dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan di Ambon, Kamis (18/6).
Menurut Lekransy, gagasan pelaksanaan nobar berawal dari komunikasi antara Duta Besar Belanda untuk Indonesia dengan Wali Kota Ambon terkait kecintaan masyarakat Ambon terhadap sepak bola, khususnya Tim Nasional Belanda. Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Ambon juga menyampaikan bahwa masyarakat Ambon memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan olahraga sepak bola.
Ia menjelaskan, antusiasme masyarakat terhadap Timnas Belanda terlihat semakin nyata menjelang perhelatan Piala Dunia FIFA 2026. Di berbagai sudut Kota Ambon, atribut bernuansa oranye serta bendera Belanda mulai menghiasi lingkungan warga sebagai bentuk dukungan terhadap tim yang mereka jagokan.
“Dalam berbagai kesempatan Wali Kota menyampaikan bahwa masyarakat Ambon memiliki ikatan emosional yang cukup kuat dengan sepak bola. Antusiasme itu terlihat dari banyaknya warga yang mendukung Tim Nasional Belanda menjelang Piala Dunia,” ujar Ronald Lekransy.
Lekransy menambahkan, kunjungan Duta Besar Belanda ke Ambon beberapa waktu lalu turut memberikan gambaran langsung mengenai tingginya kecintaan masyarakat terhadap sepak bola. Dari kunjungan tersebut kemudian muncul gagasan untuk menghadirkan kegiatan nonton bersama yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Dubes Belanda melihat langsung bagaimana kecintaan masyarakat Ambon terhadap sepak bola. Dari situ muncul ide untuk menggelar nonton bersama dengan para pendukung Tim Belanda di Ambon dan gagasan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Kota Ambon,” jelasnya
Lebih lanjut, ia menilai kegiatan nobar memiliki nilai sosial yang penting karena mampu mempertemukan berbagai kalangan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan. Sepak bola, menurutnya, memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial, budaya, maupun perbedaan pilihan.
“Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan orang dari berbagai latar belakang. Karena itu, nobar ini tidak hanya menjadi ajang menonton pertandingan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan semangat orang basudara yang selama ini menjadi identitas masyarakat Ambon,” ungkap Ronald Lekransy.
Pemerintah Kota Ambon juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Piala Dunia FIFA 2026 sebagai ruang membangun persatuan dan kebersamaan. Fanatisme terhadap tim yang didukung diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas dan tidak berkembang menjadi tindakan yang berpotensi mengganggu keharmonisan sosial.
“Perbedaan dukungan terhadap tim tertentu adalah hal yang wajar dalam olahraga. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjadikan perbedaan itu sebagai simbol keberagaman yang memperkuat persatuan, bukan sebaliknya,” tegas Ronald Lekransy.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas selama berlangsungnya Piala Dunia FIFA 2026 maupun dalam setiap kegiatan nonton bersama yang digelar di Kota Ambon. Pemerintah berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita.
“Harapan kami seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita. Dengan begitu Ambon kembali menunjukkan dirinya sebagai kota yang damai, menjunjung tinggi toleransi, dan memelihara nilai-nilai persaudaraan,” tutup Ronald Lekransy.(MB-)

