Ambon., Malukubarunews.com — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon, Eliy Toisutta, menegaskan bahwa penghentian Musyawarah Daerah (Musda) ke-X Partai Golkar Kota Ambon merupakan keputusan resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Penegasan tersebut disampaikan menyusul berkembangnya berbagai persepsi dan polemik internal yang mengaitkan penghentian Musda dengan keputusan pribadi dirinya.
Menurut Eliy, keputusan penghentian Musda telah ditetapkan oleh DPP Partai Golkar pada Selasa (2/6/2026). Sebagai kader partai, dirinya hanya menjalankan mandat organisasi dan memastikan keputusan tersebut dapat dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Penghentian Musda itu bukan keputusan saya pribadi. Itu merupakan keputusan resmi DPP Partai Golkar. Sebagai kader, saya hanya menjalankan dan mengamankan keputusan organisasi yang telah ditetapkan,”ujarnya
Setelah keputusan tersebut diterbitkan, Eliy kemudian dipercaya DPP Partai Golkar untuk mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon. Penunjukan itu dilakukan untuk memastikan proses konsolidasi organisasi tetap berjalan sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musda lanjutan yang akan menentukan kepemimpinan definitif partai berlambang pohon beringin tersebut di tingkat kota
Ia menilai berbagai tanggapan yang muncul pasca penghentian Musda merupakan bagian dari dinamika politik yang lazim terjadi dalam organisasi besar. Perbedaan pandangan dan kepentingan, menurutnya, merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari proses demokrasi internal partai.
“Kalau ada polemik atau dinamika di internal partai, saya kira itu hal yang biasa. Golkar merupakan partai besar yang memiliki dinamika politik yang tinggi. Hampir setiap Musda pasti ada perbedaan pandangan. Yang terpenting adalah seluruh kader tetap menghormati keputusan organisasi,” ujarnya.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Eliy memastikan Partai Golkar Kota Ambon tetap fokus menjalankan agenda organisasi. Salah satu prioritas utama saat ini adalah mempersiapkan seluruh kebutuhan administratif dan teknis guna mendukung pelaksanaan Musda lanjutan secara tertib dan sesuai aturan partai.
Terkait dukungan anggaran, Eliy menegaskan bahwa persoalan pendanaan tidak akan menjadi hambatan bagi jalannya proses organisasi. Menurutnya, setiap pimpinan DPD memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh agenda partai dapat terlaksana dengan baik, termasuk menyiapkan kebutuhan pembiayaan kegiatan.
“Soal anggaran bukan persoalan besar atau kecil. Itu merupakan tanggung jawab organisasi di tingkat DPD untuk mempersiapkannya. Yang terpenting adalah bagaimana agenda partai dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan organisasi,”ungkaonya
Meski demikian, Eliy mengaku belum dapat memastikan waktu pelaksanaan Musda lanjutan. Pasalnya, dirinya baru menerima mandat sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon dan masih harus melakukan koordinasi intensif dengan DPD Partai Golkar Provinsi Maluku sebelum menetapkan jadwal resmi pelaksanaan Musda.
“Kami akan mempersiapkan semuanya secara matang terlebih dahulu. Saya baru ditunjuk sebagai Plt sehingga perlu berkoordinasi dengan DPD Partai Golkar Provinsi Maluku terkait berbagai tahapan yang harus disiapkan. Setelah itu baru kita menetapkan agenda Musda,” ujarnya lagi
Lebih lanjut, Eliy memastikan proses Musda mendatang akan dilaksanakan secara terbuka, demokratis, dan sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku. Seluruh kader yang memenuhi persyaratan akan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses pencalonan dan berkompetisi secara sehat dalam pemilihan kepemimpinan partai.
“Kami akan membuka ruang bagi siapa saja yang ingin mendaftar sesuai dengan ketentuan partai. Yang terpenting sekarang adalah mempersiapkan Musda secara baik agar seluruh proses berjalan lancar, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Golkar Kota Ambon semakin maju,” tegasnya.
Dengan penunjukan Plt baru serta proses konsolidasi yang sedang berlangsung, Partai Golkar Kota Ambon kini berupaya menjaga stabilitas internal organisasi sekaligus mempersiapkan Musda lanjutan sebagai momentum memperkuat soliditas kader dan menghadapi berbagai agenda politik yang akan datang. (MB-*)

