Ambon.malukubarunews.com — Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, menegaskan pentingnya pendataan pelaku ekonomi digital dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar berbagai profesi baru yang berkembang seiring kemajuan teknologi dapat terakomodasi secara optimal dalam perencanaan pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Calon Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon.Selasa,2 Juni 2026
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon Ronaldo, Kepala Dinas Perikanan , serta Kepala Bagian Ekonomi, Sekretariat Daerah Kota Ambon.
Pelatihan ini bertujuan membekali calon petugas sensus dengan pemahaman metodologi, penggunaan aplikasi pendataan, serta teknik pengumpulan data yang akurat dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Elly Toisutta menyoroti perubahan struktur ekonomi yang kini tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada sektor usaha konvensional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi saat ini juga didorong oleh berbagai profesi dan usaha yang berkembang di ruang digital.
“Perkembangan ekonomi saat ini tidak lagi hanya bertumbuh pada sektor usaha konvensional. Terdapat banyak profesi baru yang tumbuh di ruang digital dan harus tercatat dengan baik sehingga kontribusinya terhadap perekonomian dapat diketahui secara jelas,” ungkap Elly Toisutta.
Ia menjelaskan, penggunaan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru dalam Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah strategis untuk menyesuaikan sistem pendataan dengan perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. Dengan klasifikasi yang lebih rinci, berbagai aktivitas ekonomi baru dapat teridentifikasi secara lebih akurat dalam statistik resmi.
“Profesi seperti pembuat konten, kreator video daring hingga berbagai jenis usaha berbasis platform digital kini telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah serta membuka lapangan kerja baru,” jelas Elly Toisutta.
Menurutnya, selama ini sejumlah potensi ekonomi digital belum tergambarkan secara utuh dalam data statistik. Karena itu, sensus yang dilakukan secara komprehensif akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kontribusi sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Lebih lanjut, Elly menegaskan bahwa ketersediaan data yang lengkap dan akurat akan membantu pemerintah dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi yang adaptif terhadap perubahan zaman serta perkembangan teknologi. Hasil sensus nantinya juga akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia juga mengingatkan para calon petugas pendataan agar memahami seluruh materi pelatihan dengan baik sebelum turun ke lapangan. Kualitas data yang dihasilkan, menurutnya, sangat bergantung pada kemampuan petugas dalam melakukan pendataan secara teliti, objektif, dan profesional.
“Data yang dikumpulkan akan menjadi landasan pemerintah dalam mengambil keputusan pembangunan sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara teliti, objektif dan bertanggung jawab,” ingat Elly Toisutta.
Selain berfungsi memetakan aktivitas usaha, Sensus Ekonomi 2026 juga dinilai memiliki peran penting dalam menyediakan informasi sosial ekonomi masyarakat. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk merancang program peningkatan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara lebih tepat sasaran.
“Pemerintah Kota Ambon menginginkan setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada data yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan akan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tekan Elly Toisutta.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap seluruh kegiatan statistik yang dilaksanakan BPS sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pembangunan berbasis data. Dukungan tersebut diharapkan mampu menghasilkan informasi yang kredibel sehingga menjadi fondasi kuat dalam menjawab tantangan pembangunan di era digital yang terus berkembang. (MB-*)

