Ambon.Malukubarunews.com — Momentum kebersamaan lintas agama kembali terlihat di Kota Ambon melalui kegiatan buka puasa bersama yang mempertemukan Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG) Jemaat GPM Silo, Pemerintah Kota Ambon, ibu-ibu pengajian, serta kelompok Rebana Masjid Ponegoro. Kegiatan yang berlangsung di pelataran Masjid Ponegoro, Senin (9/3/2026) pukul 18.45 WIT itu menjadi simbol kuat persaudaraan antarwarga di ibu kota Provinsi Maluku.
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh PHRG Jemaat GPM Silo. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan ruang perjumpaan untuk memperkuat ikatan sosial masyarakat yang selama ini dikenal dengan budaya “orang basudara”.
“Selaku Pemerintah Kota Ambon kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya kegiatan ini oleh PHRG Jemaat GPM Silo. Kegiatan ini mempertemukan kita sebagai saudara dalam satu perjumpaan yang sangat luar biasa,” ucap Toisutta.
Ia menegaskan, kebersamaan lintas agama di Ambon harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam acara tertentu. Menurutnya, kolaborasi yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, seperti perpaduan musik terompet dan hadrat, menjadi simbol harmoni yang harus tetap hidup di tengah masyarakat.
“Bukan hanya pada saat acara seperti ini kita menunjukkan kebersamaan. Pemerintah ingin kebersamaan itu benar-benar hidup di tengah masyarakat sebagai perisai untuk menjaga kota ini tetap damai,” kata Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta.

Dalam sambutannya, Ely juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan, terutama di tengah situasi global yang penuh dinamika. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas dan kedamaian Kota Ambon.
“Hindari berita-berita hoaks dan isu-isu yang tidak benar. Mari kita jaga Ambon tetap aman dan damai, karena kita semua sudah pernah merasakan masa-masa sulit dan tidak ada yang menang dalam konflik,” ingatnya
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Raya Gerejawi Jemaat GPM Silo, Yancy Latupeirissa, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengenang kembali hubungan persaudaraan yang telah dibangun oleh para orang tua di kawasan Diponegoro dan sekitarnya selama puluhan tahun.
“Kegiatan silaturahmi berbuka puasa ini bertujuan menguatkan kembali tali persaudaraan yang sudah dibangun orang tua-tua kita sejak puluhan tahun lalu. Kita hidup bertetangga dalam kondisi aman, nyaman, dan damai,” ungkap Ketua Panitia Hari Raya Gerejawi Jemaat GPM Silo, Yancy Latupeirissa.
Ketua Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Kota Ambon, Pendeta Elrianton Muskitta, turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai perjumpaan lintas iman seperti ini menjadi fondasi penting bagi kehidupan masyarakat Ambon yang rukun dan harmonis.
“Saya bersukacita bisa hadir di tengah kehidupan orang bersaudara di Diponegoro ini. Mari kita terus menjaga hubungan kekeluargaan basudara agar Kota Ambon tetap hidup dalam kedamaian,” tutur Ketua Klasis GPM Kota Ambon, Elrianton Muskitta.
Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat setempat, Ahli Ohorela, yang menilai kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat toleransi di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar pengalaman konflik sosial di masa lalu menjadi pelajaran untuk terus menjaga kebersamaan.
“Kegiatan ini momentum yang sangat indah di bulan Ramadan untuk membangun silaturahmi dan toleransi bersama. Kita jangan lagi terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar,”ujar Ohorela.
Buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban, ditandai dengan kolaborasi penampilan rebana, hadrat, serta paduan musik terompet. Kehadiran berbagai elemen masyarakat lintas agama mempertegas identitas Ambon sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan toleransi.(MB-01)

