Ambon.malukubarunews.com – Bodewin Wattimena secara resmi membuka Sosialisasi Pendataan Potensi Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka Nasional dan Bimbingan Teknis Aplikasi Ayo Pramuka yang digelar oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Rabu (4/2/2026) pukul 09.00 WIT, di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Kwartir Daerah Maluku, Kwartir Cabang se-Provinsi Maluku, para andalan, serta pengurus Gerakan Pramuka Kota Ambon. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pendataan anggota sekaligus mempercepat implementasi digitalisasi tata kelola organisasi kepanduan di Maluku.
Dalam sambutannya, Bodewin menegaskan bahwa organisasi yang mampu bertahan dan berkembang adalah organisasi yang memahami lingkungan strategisnya, baik internal maupun eksternal. Menurutnya, Gerakan Pramuka harus mampu memaksimalkan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki melalui pembenahan sistem administrasi dan manajemen berbasis teknologi.
“Organisasi yang eksis adalah organisasi yang mampu memahami lingkungan strategisnya. Gerakan Pramuka harus memastikan seluruh potensi dan sumber daya yang ada dapat didayagunakan secara maksimal,” ungkap Bodewin.
Ia menyoroti pentingnya kepemilikan KTA sebagai bentuk pengakuan resmi terhadap anggota. Pendataan yang akurat, lanjutnya, akan memperjelas jumlah anggota aktif sekaligus memperkuat legitimasi organisasi di semua tingkatan.
“Apakah semua anggota sudah memiliki KTA sebagai bentuk pengakuan organisasi? Kalau belum, maka ini yang harus kita benahi. KTA bukan hanya administrasi, tetapi juga harga diri sebagai anggota Pramuka,” tegas Bodewin.
Pendataan Potensi KTA Pramuka Nasional ini menjadi bagian dari upaya validasi jumlah anggota Pramuka yang secara nasional diklaim mencapai puluhan juta orang. Dengan sistem digital melalui Aplikasi Ayo Pramuka, proses pendataan dilakukan secara real time dari tingkat ranting hingga nasional, sehingga data lebih akurat dan terintegrasi.
Selain pembenahan internal, Bodewin juga menekankan urgensi adaptasi terhadap perkembangan teknologi di era digital. Ia menyebut digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar organisasi tidak tertinggal oleh perubahan zaman.
“Era digitalisasi bukan pilihan, tetapi keharusan. Kalau Gerakan Pramuka ingin terus eksis dan berkembang, maka harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja organisasi,” ujarnya.
Lebih jauh, Bodewin mengaitkan penguatan sistem organisasi dengan peran strategis Pramuka dalam membina generasi muda. Ia menilai pembinaan karakter melalui Gerakan Pramuka sangat penting di tengah meningkatnya berbagai persoalan sosial yang melibatkan usia produktif.
“Kita berharap anggota Pramuka tidak terlibat dalam narkoba, tawuran, atau perilaku menyimpang lainnya. Tugas kita bersama memastikan mereka tetap berada di jalur yang benar untuk meraih masa depan yang lebih baik,” harap Bodewin.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis ini. Ia berharap Ambon dapat menjadi contoh bagi kwartir cabang lain di Maluku dalam implementasi pendataan digital dan penggunaan aplikasi secara optimal.
Dengan digelarnya Sosialisasi Pendataan Potensi KTA Pramuka Nasional dan Bimtek Aplikasi Ayo Pramuka ini, Ambon menegaskan komitmennya sebagai daerah yang proaktif dalam mendorong modernisasi Gerakan Pramuka.
Transformasi ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mempertegas peran Pramuka sebagai garda terdepan pembinaan karakter generasi muda Indonesia.(MB-01)

