Ambon.MALUKUBARUNEWS.COM — Pemerintah Kota Ambon melalui UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Teknis Perhubungan Dinas Perhubungan menggelar kegiatan Ramadan Fair di kawasan Parkiran Apung Pasar Mardika. Kegiatan tersebut berlangsung selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Plt Kepala UPTD Pengelola Sarana dan Prasarana Teknis Perhubungan, D.A. Gino Pattiasina, S.S.T (TD), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inovasi untuk menghidupkan kembali fungsi kawasan parkir yang selama ini kurang optimal dimanfaatkan masyarakat.
“Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri, kami memanfaatkan lokasi parkiran apung untuk kegiatan Ramadan Fair. Ini bukan pengalihan fungsi, tetapi optimalisasi ruang agar ada aktivitas ekonomi dan menarik masyarakat masuk ke area parkir,” ungkap Plt Kepala UPTD, D.A. Gino Pattiasina, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, jarak antara Parkiran Apung dengan gedung Pasar Mardika dan Pasar Arumbai yang cukup jauh membuat masyarakat enggan memanfaatkan area tersebut untuk parkir. Karena itu, kehadiran pedagang di dalam kawasan parkir diharapkan menjadi daya tarik baru sekaligus solusi peningkatan okupansi parkir.
Ramadan Fair diisi oleh pedagang sembako, kuliner, minuman ringan, hingga aksesoris dan pakaian. Saat ini tercatat sekitar 10 tenda telah terpasang dengan dukungan sponsor, dan jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring meningkatnya minat pedagang.
“Teman-teman pedagang tidak berjualan secara gratis. Mereka tetap memberikan kontribusi berupa retribusi kepada pemerintah kota. Jadi ada perputaran ekonomi sekaligus peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Gino menjelaskan, terdapat tiga instansi yang memperoleh manfaat retribusi dari kegiatan tersebut, yakni Dinas Perhubungan untuk retribusi parkir, Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk retribusi pedagang, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan untuk retribusi sampah.
Khusus untuk retribusi parkir, UPTD telah menerapkan sistem pembayaran non tunai berbasis digital bekerja sama dengan Bank Maluku dan Maluku Utara. Sistem ini memungkinkan pencatatan transaksi langsung masuk ke kas daerah tanpa menggunakan uang tunai.
“Penagihan retribusi parkir sudah menggunakan sistem non tunai melalui handphone yang disponsori Bank Maluku. Data tercatat secara digital dan langsung masuk ke kas daerah, sehingga lebih transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Ia menambahkan, panjang area Parkiran Apung yang dimanfaatkan hampir mencapai 100 meter dan akan dilengkapi dengan tambahan pencahayaan serta dukungan fasilitas lain untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Terkait keberlanjutan program, Gino menyebutkan bahwa kegiatan ini sementara difokuskan untuk momentum Ramadan dan Idulfitri. Evaluasi akan dilakukan setelah perayaan, menyesuaikan dengan kebijakan pimpinan serta respons masyarakat.
Di akhir wawancara, ia juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban parkir dan mematuhi aturan.
“Kalau bukan kita yang mau tertib, siapa lagi? Kesadaran masyarakat sangat menentukan. Pemerintah tidak bisa terus-menerus melakukan penertiban tanpa dukungan warga,” ujarnya
Ramadan Fair ini diharapkan tidak hanya mendorong perputaran ekonomi musiman, tetapi juga menjadi model pengelolaan ruang publik yang produktif dan tertib, sekaligus meningkatkan penerimaan daerah secara transparan melalui sistem digital.(MB-01)

