Ambon.malukubarunews.com — Muhammadiyah Maluku melalui Pemuda Muhammadiyah menggelar Festival Kuliner Ramadhan Muhammadiyah Maluku di Islamic Center Ambon, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret mendorong kemandirian ekonomi kader muda sekaligus memperkuat peran UMKM lokal dalam momentum bulan suci Ramadhan.
Festival yang diinisiasi oleh Saudagar Muda Muhammadiyah Maluku ini menghadirkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas pemuda, serta masyarakat umum. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang transaksi jual beli, tetapi juga ruang konsolidasi gerakan ekonomi umat berbasis kolaborasi dan inovasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut,Gubernur Maluku di wakili oleh Asisten,Walikota Kota dan para undangan lainnya
Ketua Panitia Irpan Kastela, menegaskan bahwa festival ini lahir dari komitmen membangun mentalitas wirausaha di kalangan generasi muda.
“Festival ini bukan hanya tentang jualan takjil atau makanan berbuka. Ini tentang membangun keberanian menciptakan pasar sendiri, membangun kemandirian ekonomi, dan menanamkan semangat usaha di kalangan pemuda Muhammadiyah,” ungkapnya
Ia menambahkan, konsep yang diusung terinspirasi dari semangat kemandirian sahabat Nabi dalam membangun pasar secara mandiri. Menurutnya, pemuda Muhammadiyah harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang tidak bergantung pada keterbatasan lapangan kerja formal.
Sementara itu, Ketua Pemuda Wilayah Muhammadiyah Maluku, Rimbo bungis menyampaikan apresiasi atas inisiatif kreatif tersebut. Ia menekankan bahwa Ramadhan bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi umat.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemuda Muhammadiyah untuk menjadi generasi mandiri. Jangan sampai semangat ini pudar dan hanya menjadi wacana. Kita harus kawal agar berkelanjutan dan benar-benar melahirkan pengusaha-pengusaha muda,” ungkapnya
Bugis juga mendorong pemerintah daerah untuk memberi dukungan konkret berupa akses permodalan, pelatihan, dan kemudahan perizinan bagi UMKM yang digerakkan anak muda Muhammadiyah.”tutupnya (MB-01)

