Ambon.malukubarunews.com — Pertemuan New Year Kick Off (NYKO) 2026 yang digelar di Hotel Everbright, Selasa (24/2/2026) pukul 15.30 WIT, menjadi momentum strategis bagi ekspansi bisnis dan edukasi kesehatan Neumi di wilayah Indonesia Timur. Agenda ini secara khusus menghadirkan Lili Ong sebagai pembicara utama dalam memperkenalkan inovasi teknologi kesehatan berbasis nano asal Amerika Serikat.
Kegiatan bertajuk Neumi NYKO 2026 Ambon ini dihadiri mitra usaha, konsumen, serta calon distributor. Selain pemaparan materi, panitia juga menyiapkan sesi demo produk dan pembagian doorprize sebagai bagian dari rangkaian acara. Ambon disebut sebagai kota pertama di Indonesia yang menggelar pertemuan resmi Kick Off 2026 tersebut.
Lili Ong dalam pemaparannya menegaskan bahwa Neumi merupakan perusahaan yang berfokus pada revolusi kesehatan dan kebugaran melalui teknologi enkapsulasi Hydrastat. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan penyerapan nutrisi secara maksimal hingga ke tingkat sel.
“Perusahaan ini berkomitmen merevolusi kesehatan melalui teknologi Hydrastat, sistem pengiriman nutrisi berbasis air dengan ukuran molekul 10 sampai 100 nano, sehingga lebih mudah diserap sel tubuh,” papar Lili Ong.
Ia menjelaskan, secara ilmiah tubuh manusia terdiri dari sekitar 75 persen air. Dengan pendekatan berbasis cairan (liquid delivery system), produk dinilai lebih efektif dibandingkan formula berbasis lipid atau lemak yang cenderung lebih lambat terserap.
“Produk ini bukan obat dan tidak ditujukan untuk mendiagnosis, mengobati, atau mencegah penyakit. Namun, nutrisi ini dirancang untuk membantu optimalisasi fungsi tubuh secara menyeluruh,” jelas Lili Ong.
Dalam presentasinya, ia juga menyinggung salah satu molekul antioksidan yang disebut telah diteliti luas dan memiliki efektivitas lebih tinggi dibandingkan vitamin C dalam menangkal radikal bebas. Data riset yang dipaparkan merujuk pada hasil kajian ilmiah hingga Oktober 2023.
Selain kesehatan internal, Neumi juga memperkenalkan lini perawatan kulit berbasis nano enkapsulasi. Teknologi ini diklaim mampu menembus lapisan epidermis lebih efektif, membantu mengencangkan kulit, mengurangi garis halus, serta meratakan warna kulit.
“Teknologi enkapsulasi memungkinkan nutrisi terlindungi hingga mencapai target sel. Ini menjadi pembeda kami dibandingkan produk konvensional,” ungkap Lili Ong.
Panitia juga menampilkan sejumlah testimoni pengguna dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Surabaya dan Bandung, yang mengaku merasakan peningkatan stamina dan kualitas kulit setelah konsumsi rutin selama beberapa bulan. Meski demikian, pihak perusahaan tetap menegaskan bahwa hasil dapat berbeda pada setiap individu.
Dari sisi industri, Lili Ong memaparkan bahwa penjualan langsung berbasis rumah (direct selling) secara global pada 2021 mencapai 186 miliar dolar AS atau tumbuh 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah pelaku mencapai 128 juta orang di seluruh dunia. Data tersebut menjadi dasar optimisme perusahaan dalam memperluas jaringan di Indonesia Timur.
Kegiatan Neumi NYKO 2026 Ambon diharapkan menjadi pintu masuk penguatan pasar sekaligus peningkatan literasi kesehatan masyarakat berbasis teknologi nano. Dengan mengusung inovasi dan pendekatan ilmiah, Neumi menargetkan pertumbuhan jaringan mitra yang berkelanjutan sepanjang 2026.(MB-01)

