Ambin.malukubarunews.com – Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, menghadiri Persidangan ke-44 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Silo Klasis Pulau Ambon.Minggu,8 Februari 2026 . Kehadiran orang nomor satu di Kota Ambon tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan gereja dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Persidangan jemaat ini menjadi forum strategis bagi Jemaat GPM Silo untuk mengevaluasi pelayanan, pengelolaan keuangan, serta merumuskan arah kebijakan gereja ke depan. Pemerintah Kota Ambon memandang persidangan jemaat sebagai bagian dari proses sosial yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan warga kota.
Walikota Ambon menyampaikan rasa syukur karena Pemerintah Kota Ambon terus dilibatkan dalam berbagai proses persidangan di seluruh jemaat GPM. Menurutnya, keterlibatan tersebut mencerminkan hubungan kemitraan yang baik antara pemerintah dan gereja.
“Kami bersyukur karena Pemerintah Kota Ambon selalu dilibatkan dalam proses persidangan di seluruh jemaat GPM. Ini menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan,” ucapnya
Ia menegaskan bahwa persidangan jemaat harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyelaraskan program-program prioritas pemerintah kota dengan program pelayanan jemaat. Tujuannya agar seluruh kebijakan dan kegiatan dapat berjalan dalam satu konsep bersama demi kesejahteraan umat.
“Momentum ini kita gunakan untuk menyelaraskan program-program kerja prioritas Pemerintah Kota Ambon dengan jemaat-jemaat, sehingga kita memiliki konsep bersama untuk mensejahterakan umat, termasuk Jemaat GPM Silo sebagai bagian dari warga Kota Ambon,” ungkap Wattimena.
Walikota Ambon menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas persoalan pembangunan. Kerja sama aktif dengan warga jemaat GPM dinilai menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi di kota ini.
“Pemerintah Kota Ambon tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat membutuhkan kerja sama dengan warga jemaat GPM dalam membangun kota ini,” tekannya
Ia menguraikan sejumlah tantangan yang perlu digumuli bersama antara pemerintah dan gereja, antara lain penguatan ketahanan pangan, upaya menjaga kelestarian lingkungan, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga juga menjadi isu strategis yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif lembaga keagamaan dalam membina umat.
Melalui persidangan jemaat ini, Walikota Ambon berharap berbagai persoalan yang dihadapi umat dapat teridentifikasi secara menyeluruh. Hasil persidangan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi peningkatan kualitas program pelayanan gereja, tata kelola keuangan, serta kontribusi nyata jemaat bagi pembangunan Kota Ambon.
Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis dengan Gereja Protestan Maluku, guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera, beriman, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.”harapnya tutup (MB-0*)

